Usaha "Anci Handicraft" Ungkap Tantangan Produksi
- 17 Feb 2026 20:26 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Pemilik usaha Anci Handicraft, Anci Mau menceritakan tantangan terbesar menjalankan usaha kecil berbasis tenun tradisional setiap hari. "Proses produksi handmade membutuhkan konsistensi tinggi karena semua dikerjakan manual dengan ketelitian ekstra oleh tim," ujarnya kepada Pro 2 RRI Atambua pada Selasa, 10 Februari 2026
Menurutnya, bahan baku perca tenun sering terbatas sebab kain dibuat oleh pengrajin sehingga motif tidak pernah sama persis. Perbedaan motif itu justru menjadi tantangan ketika harus menyusun desain agar tetap serasi dan bernilai jual tinggi.
Ia harus mengolah sisa kain menjadi perhiasan tas atau kaos supaya tidak terlihat seperti barang bekas. Setiap potongan disusun kembali dengan rapi sehingga berubah menjadi karya seni yang unik dan menarik perhatian pembeli.
Dalam pemasaran, ia juga menghadapi persepsi masyarakat bahwa tenun hanya cocok dipakai saat acara formal. Pandangan tersebut membuat produk kasual berbahan tenun sulit diterima terutama oleh anak muda yang menyukai gaya modern.
“Harga handmade (buatan tangan) sering dianggap mahal padahal di baliknya ada proses panjang tenaga dan perjuangan,” ujarnya. Ia menegaskan setiap jahitan dikerjakan hati-hati sehingga kualitasnya tidak bisa dibandingkan dengan barang pabrikan massal.
Untuk bertahan ia menonjolkan cerita budaya di balik motif agar pembeli memahami nilai tradisi lokal. Pendekatan tersebut membuat pelanggan merasa memiliki hubungan emosional dengan produk yang mereka beli setiap kesempatan.
Ia berharap masyarakat semakin menghargai karya lokal serta mendukung perajin kecil agar ekonomi kreatif daerah berkembang. Anci menilai, usaha kecil seperti miliknya bisa tumbuh jika konsumen memahami proses panjang di balik setiap karya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....