Industri Pengolahan Pangan Lokal Solusi Meningkatkan Pendapatan
- 31 Jan 2026 13:04 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Mayoritas penduduk Indonesia bekerja sebagai petani, namun kesejahteraan mereka sering terkendala oleh rendahnya nilai jual. Hasil panen yang bersifat mudah rusak dan busuk menjadi alasan utama mengapa harga sering kali anjlok di pasaran.
Menjual produk mentah segera setelah panen dianggap bukan lagi solusi yang efektif untuk meningkatkan pendapatan. Hal ini diungkapkan Mardit N. Nale, Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Timor (Unimor) kepada RRI, pekan lalu.
"Melalui peran dosen sebagai fasilitator, masyarakat diajarkan untuk memberikan nilai tambah pada setiap hasil bumi," ucapnya. "Proses pengolahan produk lokal menjadi barang jadi adalah strategi jitu untuk memperpanjang masa simpan komoditas," katanya.

Mardit N. Nale, Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Timor (Unimor) juga Fasilitator Bidang Pengolahan Pangan Lokal. (Foto: Dok. Mardit N. Nalle)
Mardit mengatakan, kemampuan atau skill mengolah dibutuhkan agar petani tidak lagi bergantung pada tengkulak yang membeli harga murah. Selain teknis pengolahan, para petani juga diberikan pemahaman mendalam mengenai manajemen kewirausahaan.
"Hal ini penting agar kelompok tani kecil dapat naik kelas menjadi pelaku UMKM yang terstandarisasi," ujarnya. "Fasilitas usaha sering kali sulit didapatkan karena pelaku usaha belum memenuhi syarat kelayakan yang ditentukan," tuturnya.
Oleh karena itu, pembangunan mental inovatif menjadi fondasi utama dalam program pemberdayaan masyarakat ini. Sebagai Fasilitator Bidang Pengolahan Pangan Lokal, Mardit menyoroti fakta keterlibatan anak muda dalam bisnis ini masih sangat minim.
"Regenerasi petani menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan melalui edukasi branding dan pengemasan," ujarnya. Mardit mengaku, modernisasi UMKM juga diperlukan seperti membuat kemasan cantik hingga komersialisasi digital.
Menurut Mardit, produk yang sudah dikemas cantik nantinya tidak hanya dijual secara personal atau door-to-door. Pemanfaatan media sosial diharapkan mampu membuat produk lokal eksis dan dikenal secara luas hingga ke tingkat nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....