Seni Mengubah Waktu Luang Menjadi Karya Bernilai Ekonomi

  • 28 Jan 2026 12:16 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Memanfaatkan waktu senggang setelah bekerja ternyata bisa menjadi peluang besar untuk menciptakan sesuau yang jauh lebih produksi. Ide ini muncul dari keinginan untuk mengolah hobi menjadi sebuah gerekan kreatif yang melibatkan anak-anak muda. 

Seperti disampaikan pemilik usaha "29 Wedding Planner, Don Monekoen, beberapa waktu lalu. “Saya mencari inisiatif gebrakan baru membangun satu WO/EO dengan mengumpulkan anak muda berkeasi sama-sama untuk penghasilan tambahan,” ujarnya.

Don mengatakan persaingan dalam dunia usaha sebaiknya tidak dipandang sebagai sebuah ancaman yang menakutkan bagi para pemula. Sebaliknya, kehadiran pihak lain justru menjadi rekan belajar untuk saling melengkapi kekurangan dan mempertajam ciri khas produk. 

Menurutnya, fleksibilitas dalam menyesuaikan ide dengan ketersediaan anggaran menjadi pelajaran penting dalam menjaga kepercayaan serta kepuasaan pihak terkait. Baginya, memberikan edukasi yang jelas mengenai konsep dan hasil yang akan dicapai adalah kunci utama profesionalisme kerja. 

“Konsep disesuaikan dengan klien, contohnya mereka belum ada konsep, kami jelaskan konsep sesuai budget biar mereka puas,” ucapnya. Tarif yang ditawar cukup variatif mulai dari Rp4 juta hingga Rp15 juta tergantung kerumitan dekorasi. 

Kendala mengelola bisnis ini menurut Don adalah proses kreatif di lapangan sering diuji berbagai kendala teknis tidak terdunga. Komunikasi dan koordinasi yang dilakukannya jauh-jauh hari merupakan strategi cerdas untuk meminimalisir segala bentuk hambatan. 

Yang diutamakan Don Monekoen dalam menjalankan usaha ini adalah kepuasaan pelanggan. "Menghasilkan kreativitas dekorasi yang unik adalah ujian sekaligus seni yang harus tetap diasah setiap saat”, ujar Don.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....