Paronisasi Ternak Sapi Masih Dilakukan Masyarakat Belu
- 05 Mar 2025 11:22 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Sistem penggemukan atau paronisasi ternak sapi masih dilakukan di wilayah Desa Baudaok Kecamatan Lasiolat Kabupaten Belu oleh masyarakat peternak. Hal disampaikan Yeremias Tes, salah satu peternak sapi Desa Baudaok saat bincang bersama rri.co.id, Rabu (4/3/2025).
"Sistem paron ini khusus sapi jantan saja, yang kami ikat disekitar rumah dengan bobot 200an kg keatas. Kami sudah paron sapi ini sejak tahun 70an," kata Yeremias yang saat ini tengah jalani paronisasi 3 ekor ternak sapi dari jumlah 23 ekor sapi miliknya.
"Sekarang ini total 23 ekor sapi, ada 9 jantan dan 13 betina tapi yang memenuhi syarat paronisasi hanya 3 ekor saja. Beratnya masing-masing sudah mencapai bobot 250 kilogram keatas, tinggal merawat 2 bulan lagi biar bobotnya bisa bertambah,"ujar Yeremias.
Menurutnya dalam sistem paronisasi, hal terpenting harus diperhatikan mencakupi asupan pakan bernutrisi tinggi serta kebersihan kandang. "Paron inikan kita tidak lepas sapi berkeliaran dengan sapi lainnya, tetapi dikandangkan, pakan harus teratur dari pagi sampai sore bahkan malam," katanya.
| Baca juga: Teknologi IB di Belu Terkendala Hal Ini |
Lanjutnya Paronisasi yang biasanya dilakukan oleh masyarakat desa Baudaok dengan durasi minimal tiga bulan sebelum dijual. "Untuk penjualan kadang para catut ternak datang tawar, tapi kalau tidak cocok harganya kami tidak jual, ya kalau cocok kami jual kepada mereka," ucapnya.
Namun kebanyakan peternak desanya menyewa truk bersama, untuk proses penimbangan di Haliwen. "Sekarang ini kita timbang per per kilogram cuma 37.000 rupiah, tetapi tahun-tahun sebelumnya harga per kilogram bisa sampai 45.000 bahkan 47.000 rupiah," tutur Yeremias yang mengatakan walaupun sistem paronisasi dianggap tradisional, tetapi bagi mereka itulah pekerjaan harianuntuk tetap bertahan hidup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....