Tanaman Sirih Bernilai Ekonomi Bagi Masyarakat Belu
- 04 Jan 2025 16:18 WIB
- Atambua
KBRN,Atambua: Sirih sebagai tanaman yang dibudidayakan karena memiliki nilai budaya dan nilai ekonomi yang tinggi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Khusus budaya masyarakat Kabupaten Belu, sirih bukan sekadar tanaman, tetapi juga simbol persaudaraan serta penghormatan.
Tanaman ini juga menjadi peluang mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat , terutama untuk membantu perekonomian masyarakat.
Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh para warga masyarakat Desa Baudaok Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu,Yerem Tes.
Yerem merintis kembali usaha tanaman sirih ini secara turun temurun dari orang tua sejak dahulu di sepanjang perkebunan milik mereka.
Alhasil, dari ketekunan dan keuletan tersebut, hasil jualan tanaman siri dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga .
Hasil dari tanaman siri dijual kepada masyarakat sekitar maupun pedagang siri yang ada di Kota Atambua.
"Tanaman sirih ini turun temurun berkelanjutan,karena rata-rata di Desa Baudaok masyarakat menanam tanaman sirih sejak dahulu sebagai mata pencaharian juga, hasilnya saat ini sudah nikmati untuk memenuhi kebutuhan hidup," kata Yerem ketika diwawancarai rri.co.id, Sabtu(4/12/2024).
Dirinya mengaku sangat tertarik membudidayakan tanaman sirih, karena tanaman tersebut mudah dalam perawatannya, dibandingkan tanaman lainnya.
"Tidak terlalu rumit untuk perawatan,cuma gunakan pupuk alam,ketersediaan air yang mencukupi untuk tumbuh serta bisa bertahan cukup lama hingga bertahun-tahun" ujarnya.
Hasil yang diperoleh dari tanaman sirih, kata Yerem, dirinya tidak pernah berkekurangan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari, bahkan dirinya bisa membantu biaya sekolah adik-adik dari hasil berjualan Sirih.
"Pokoknya untuk kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi,bisa terbantulah serta bisa membantu adik-adik dapat bersekolah berkat dari hasil sirih tersebut,"tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....