Himpunan Kerukunan Tani TTU Jembatani Petani Semangka di Manamas

  • 07 Okt 2026 06:00 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Timor Tengah Utara, hadir di kebun kelompok tani Tunas Muda Desa Manamas yang menanam semangka, Pepaya dan sayur brokoli supaya mengawal penyerapan produk lokal ke program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini selaras dengan arahan pusat agar program MBG harus memberdayakan masyarakat atau petani lokal sehingga dampak ekonominya terasa hingga ke pedalaman di wilayah TTU.

‎Ketua DPC HKTI TTU, Kristo Haki saat berada di lokasi kebun semangka pada Senin 5 Oktober 2026 menyampaikan bahwa pihaknya berkolaborasi Kelompok dengan Tani Tunas Muda di Desa Manamas, Benus dan Karang Taruna, guna menanam semangka pada lahan seluas 50 Are. Dari luas lahan tersebut para petani mampu menanam semangka sebanyak 6000 pohon. Dengan jumlah yang ada buah semangka yang dipanen mencapai 1,5 ton dan langsung terserap ke dapur-dapur SPPG sebanyak lima unit yang sudah terkoordinasi", ujar Kristo.

‎Ia melanjutkan bahwa HKTI TTU hadir untuk mengurus kesejahteraan petani, sehingga ketika ada masyarakat yang mau mengembangkan hortikultura ataupun jenis tanaman lain di bidang pertanian maka mereka siap untuk mendukung. Kristo juga berharap agar para petani terus menanam buah atau sayuran dan jangan berhenti setelah panen simbolis semangka.

‎"Antusiasme masyarakat Manamas dan Benus dalam mengembangkan pertanian terutama semangka dan sayuran lainnya patut diapresiasi. Kendati mereka masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama akses jalan menuju lokasi kebun yang sangat jauh. Kemudian kurangnya alsintan seperti kultivator dan bibit maka HKTI TTU pada prinsipnya siap berkolaborasi dengan petani", ujar anggota DPRD ini.

‎Dikatakan Kristo bahwa, kebutuhan air untuk menyiram buah semangka dan sayuran yang ditanam masyarakat Manamas dan Benus yang diminta petani supaya memanfaatkan sumber air di wilayah tersebut langsung direspons dari pihak pemerintah dan akan diupayakan melalui pengusulan dalam sistem e-Bamper ke Kementerian Pertanian.

‎"Khusus akses jalan yang dipersoalkan para petani terutama untuk mobilitas produk pertanian (Semangka) dan sayuran lainnya dari kebun, maka HKTI TTU berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Manamas. Supaya pemerintah desa dapat menyediakan anggaran untuk operasional alat berat dan mobilisasi alat, dan HKTI siapkan alat berat untuk membuka akses jalan menuju kebun para petani ujar politisi Gerindra ini.

‎Masyarakat Manamas juga meminta Kultivator karena kontur tanah di daerah tersebut rata dan keras sehingga sulit diolah secara manual. Menjawab kebutuhan tersebut, Kristoforus mengatakan HKTI saat ini memiliki dua unit kultivator yang siap digunakan petani melalui skema pinjam pakai.

‎"Saat ini HKTI TTU memiliki dua unit kultivator yang sudah ready. Kita akan kasih pinjam pakai, bukan hibah sehingga kapan saja mereka butuh bisa berkoordinasi untuk mengangkut alsintan dimaksud dan digunakan. Setelah mereka pakai, alat tersebut akan kita berikan lagi kepada kelompok-kelompok lain yang membutuhkan," ujar Kristo.

‎Masyarakat perlu memahami bahwa HKTI TTU berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) agar hasil pertanian kelompok tani di TTU dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan dapur Sehingga semua hasil pertanian yang ada di kelompok-kelompok yang kita dampingi harus bisa diserap di seluruh dapur SPPG yang ada di Kabupaten TTU," kata Kristo.

‎Sementara Ketua Kelompok Tani Tunas Muda, Kornelis Teme, pada kesempatan itu mengatakan bahwa ia dan anggota Kelompok Tani Tunas Muda Manamas sangat membutuhkan air. Sehingga kalau bisa HKTI TTU dan pemerintah daerah kalau bisa dapat memperbaiki sumber mata air di Manas. Karena saat ini, embung di mata air tersebut sudah retak beberapa titik dan debit air juga tidak sampai pada lahan mereka.

‎"HKTI TTU bisa juga memberikan solusi bagi mereka sebagai petani semangka dengan menyediakan tandon air yang berukuran besar ataupun pipa paralon. Sehingga masyarakat (petani) bisa langsung mengambil air di sumber air dan mengalirkan ke area pertanian organik yang mereka kembangkan", ujar Servas.

‎Ia menambahkan bahwa khusus embung di Manamas yang mengalami keretakan pada beberapa titik, ia mencoba menambalnya dengan seme dan sudah menghabiskan lima sak semen tetapi kebocoran itu sangat besar sehingga sulit ia tangani sendiri dan butuh perhatian dari pemerintah ataupun HKTI TTU (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....