Serap Beras dan GKP Petani Lokal, Perum Bulog Kancab Atambua Minta Jaga Kualitas
- 09 Jun 2026 07:10 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Perum Bulog Kantor Cabang Atambua terus menunjukkan komitmen dalam menyerap beras dan gabah petani lokal sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah kerja Kabupaten Belu, TTU dan Kabupaten Malaka.
Perhari ini Perum Bulog Kantor Cabang Atambua telah menyerap Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 3,73 ton dan beras 34,7 ton dengan setara berasnya 46,84 ton dari target setara berasnya 1.151 ton dengan wilayah penyuplai beras produktivitas tinggi adalah Ponu, Lurasik dan juga Wedomu sebagai sentra produksi pertanian di daerah perbatasan
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Atambua Yermi Ruthando Febriant Djami penyerapan hasil panen petani akan terus dilakukan secara optimal, terutama pada musim panen. Namun demikian, pihaknya juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas gabah dan beras agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Dijelaskan Yermi Djami terkait penyerapan beras dibeli dengan harga Rp12.000 rupiah per kilogram yang diantarkan di gudang Bulog Atapupu sesuai dengan regulasi dan sosialisasi kepada masyarakat sementara untuk Gabah Kering Panen (GKP) dibeli dengan harga Rp6.500 rupiah.
“Tentunya tahun ini target kita cukup banyak, kami sangat mengharapkan petani lokal belu untuk menyuplai kepada kita namun tetap menjaga kualitas sesuai standar Bulog yang telah rutin kita sosialisasikan kepada masyarakat,” kata Yermi Djami pada Senin 8 Juni 2026 di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, kualitas gabah yang baik meliputi kadar yang sesuai, tingkat kebersihan, sementara beras yang di mol sesuai kualitas dan standar. Hal ini penting untuk menjaga mutu beras yang dihasilkan serta memastikan daya simpan yang lebih lama karena nantinya akan disalurkan kembali kepada masyrakat dalam bantuan sosial lainnya.
“Perlu menjaga kualitas yang baik, karena nantinya akan disalurkan kembali untuk masyarakat,” kata Yermi Djami.
Selain itu, Bulog juga terus melakukan sosialisasi kepada petani dan kelompok tani terkait standar kualitas serta tata cara penanganan pascapanen yang baik. Langkah ini dapat membantu petani meningkatkan nilai jual hasil panennya.
Ia juga mengajak para petani untuk tidak ragu menjual hasil panennya ke Bulog karena harga yang ditawarkan mengikuti ketentuan pemerintah dan relatif stabil.
Dengan adanya penyerapan yang maksimal dan kualitas yang terjaga, dapat mendukung ketahanan pangan daerah serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya para petani lokal.
Bulog Atambua menegaskan akan terus hadir sebagai mitra strategis petani dalam menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga di wilayah perbatasan. (KM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....