Petani Sayur di Kefamenanu Utara Dilatih Membuat Pestisida Nabati dan NPK Cair
- 09 Jun 2026 20:10 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Penyuluh Pertanian di Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU bersama Kelompok Tani Tunas Harapan Noniu melakukan pelatihan pembuatan pestisida nabati dan pupuk NPK cair berbahan dedaunan. Pelatihan tersebut memanfaatkan bahan-bahan alami yang melimpah di lingkungan sekitar untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk dan obat kimia. Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Kefamenanu Utara, pada Senin 8 Juni 2026
Salah satu penyuluh yakni Agustinus Bait Balan, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani di Kefamenanu Utara. Sehingga para petani bisa memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh untuk mengendalikan hama sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman sayuran yang sedang ditanam.
"Kami para penyuluh pertanian di Kecamatan Kota Kefamenanu mau mendampingi kelompok Tani Tunas Harapan Noniu, karena memang masyarakat setempat masih awam soal pestisida nabati dan NPK cair. Sehingga para petani perlu diajari dan selanjutnya mereka bisa memproduksi secara mandiri. Apalagi saat ini petani tersebut sedang menanam beberapa jenis sayuran yang bisa dipasok ke beberapa dapur SPPG yang berdekatan dengan para petani seperti Kampung Family dan Km 1", kata Agustinus.
Menurut Agustinus bahwa, bahan-bahan yang digunakan dalam pelatihan tersebut adalah kunyit, sereh, jahe, lengkuas, genoak, daun kerinyu, daun Gamal, M4, gula pasir dan air. Dengan kondisi ini kita membekali petani agar mampu memproduksi pupuk dan pembasmi hama sendiri secara mandiri dan hemat biaya.
Program pelatihan ini memiliki tujuan, mencegah pencemaran tanah dan air serta menciptakan hasil panen yang lebih sehat dan bebas residu kimia. Selain itu membantu mengendalikan hama alami sekaligus menyuburkan tanaman seperti aneka sayuran yang banyak dikembangkan Kelompok Tani Tunas Muda Harapan Nonniu", kata Agustinus.
"Untuk praktek perdana, maka pembuatan pestisida nabati dan pupuk NPK cair ini menghasilkan 15 liter. Setelah selesai fermentasi selama 14 hari, para petani akan mengaplikasikan ke tanaman sayuran dengan takaran 240 Mili liter untuk tangki berukuran 15 liter. Sehingga pestisida nabati dan NPK cair yang ada bisa lama", kata Agustinus.
Sementara Sekretaris Kelompok Tani Tunas Muda Harapan Nonniu, Ima Kolo menyampaikan bahwa praktik pertanian ramah lingkungan ini menjadi langkah strategis bagi mereka sebagai petani. Karena bisa menekan biaya produksi dan menjaga kesuburan tanah secara jangka panjang.
"Kami sangat bersyukur karena para penyuluh pertanian dari Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten TTU sangat membantu kami menyiapkan pestisida nabati dan NPK cair. Karena dengan bahan yang ada kami bisa membasmi hama sayuran yang kami tanam seperti Buncis, Kangkung dan pakcoy", kata Ima.
Menurut Ima bahwa, setelah adanya pestisida nabati dan NPK cair ini maka mereka sebagai petani tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli pupuk dari toko. Karena sebagai petani kami bisa memproduksi pembasmi hama tanaman sayur tersendiri dari bahan alami yang ada di sekitar lahan pertanian kami. Bahkan uang dari kelompok tani juga tidak akan dikeluarkan untuk membeli pupuk maupun pestisida.
Pelatihan pestisida nabati dan NPK cair itu, didampingi para penyuluh pertanian Kecamatan Kota Kefamenanu yakni, Agustinus Bait Balan, Maria Asumpta Feka, Yustina Thal dan Hendrika Maria Laki (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....