Gelombang Laut Jadi Pertimbangan Keselamatan Pelayaran Kapal di Alor

  • 21 Sep 2026 20:44 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Kondisi gelombang laut menjadi pertimbangan awak kapal kayu dalam menjalankan pelayaran di wilayah perairan Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Ketika kondisi laut berubah, keputusan untuk melanjutkan perjalanan disesuaikan dengan situasi yang dihadapi di laut.

Nahkoda kapal Cinta Webang, Adam, mengatakan awak kapal tidak memaksakan perjalanan ketika gelombang terlalu kencang. Kapal akan mencari lokasi yang lebih nyaman sebelum kembali melanjutkan pelayaran.

“Kalau gelombang terlalu kencang, kita mencari tempat yang lebih nyaman. Nanti setelah selesai, kita lanjutkan perjalanan,” ujar Adam kepada rri.co.id, Senin 21 September 2026

Menurut Adam, pengalaman menghadapi kondisi gelombang menjadi bagian dari tugasnya sebagai nahkoda. Namun, kondisi laut tetap menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah selama perjalanan.

Keputusan untuk berhenti sementara dilakukan ketika kondisi tidak memungkinkan kapal melanjutkan perjalanan dengan aman. Setelah keadaan lebih memungkinkan, pelayaran kembali diteruskan menuju tujuan.

Dalam pelayaran, awak kapal juga didukung lima orang anak buah kapal atau ABK. Mereka menjalankan tugas masing-masing untuk mendukung operasional kapal selama perjalanan.

Perhatian terhadap kondisi laut menjadi bagian penting dalam pelayaran kapal penumpang di wilayah kepulauan. Penyesuaian perjalanan terhadap situasi di laut dilakukan untuk menjaga keselamatan kapal dan penumpang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....