Festival Aladin 2026 di Alor Kecil Angkat Fenomena Air Laut Dingin Jadi Ikon Wisata

  • 16 Sep 2026 06:45 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Festival Aladin atau Air Laut Dingin digelar di Desa Alor Kecil, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, pada 12 hingga 14 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Misma Raya II dengan mengusung semangat “Wisata Maju, Rakyat Sejahtera”.

Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, mengatakan Festival Aladin tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengangkat potensi alam dan budaya daerah sebagai kekuatan baru dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat.

“Fenomena air laut dingin atau disebut Aladin di Alor Kecil merupakan fenomena alam langka, di mana arus dingin yang muncul tiba-tiba membawa berkah bagi ekosistem laut kita dan menjadi atraksi visual yang memukau dunia. Kita bersyukur memiliki kekayaan alam bahari dan bawah laut yang luar biasa, sehingga Alor menjadi salah satu destinasi wisata bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara,” ujar Rocky.

Menurut Rocky, pengembangan Festival Aladin sejalan dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Alor 2025–2029 melalui konsep Tripalawa. Konsep tersebut mengintegrasikan tiga sektor unggulan, yakni pertanian, kelautan, dan pariwisata, sehingga potensi daerah dapat dikembangkan secara terpadu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selama tiga hari pelaksanaan, Festival Aladin diisi dengan berbagai perlombaan dan atraksi budaya. Di antaranya fun run, mancing tradisional, dayung perahu kano, panahan tradisional, tarik tambang, perahu naga, sepeda hias, tari perang, serta lomba menangkap ikan Aladin terbanyak. Kegiatan juga meliputi lomba fotografi saat fenomena Aladin, gastronomi, live gerabah dan kue rambut, hingga pameran produk unggulan UMKM.

Festival tersebut sekaligus menjadi ruang promosi bagi produk ekonomi kreatif masyarakat, seperti kain tenun ikat khas Alor, kerajinan gerabah, serta berbagai kuliner lokal. Pemerintah daerah berharap aktivitas pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat, khususnya warga di sekitar kawasan festival.

Rocky juga menyampaikan rencana pemerintah daerah untuk mengembangkan Festival Aladin dalam skala yang lebih besar pada pelaksanaan berikutnya. Pemerintah Kabupaten Alor akan berupaya mengintegrasikan berbagai potensi dan festival daerah agar menjadi agenda pariwisata yang semakin kuat serta mampu menarik perhatian wisatawan dari dalam dan luar negeri.

“Ke depan, festival ini akan kami usahakan dibuat jauh lebih besar. Pemerintah juga akan berusaha agar Presiden atau perwakilan menteri dapat hadir dalam festival ini. Kami juga berharap dukungan dari Universitas Diponegoro dan perguruan tinggi lainnya agar kolaborasi yang sudah terbangun dapat terus dilanjutkan,” kata Rocky.

Keistimewaan Festival Aladin 2026 turut diperkuat dengan pemanfaatan teknologi melalui kolaborasi scientific tourism antara pemerintah daerah, tim peneliti Universitas Diponegoro dan Universitas Tribuana Kalabahi. Kolaborasi tersebut menghasilkan inovasi C-Aladin, yakni sistem monitoring dan peramalan air laut dingin berbasis Internet of Things (IoT).

Teknologi C-Aladin diharapkan mampu membantu memprediksi kemunculan fenomena air laut dingin yang sebelumnya sulit diketahui karena hanya berlangsung sekitar satu hingga dua jam. Dengan adanya sistem tersebut, wisatawan dapat memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai kemunculan arus dingin dan menikmati fenomena alam tersebut secara lebih terarah.

Pemerintah Kabupaten Alor juga mengajak masyarakat dan wisatawan menjaga kelestarian kawasan pesisir dengan tidak membuang sampah ke laut serta menerapkan prinsip wisata ramah lingkungan. Festival Aladin diharapkan menjadi model pengembangan pariwisata yang menggabungkan keunikan alam, kekayaan budaya, kemajuan teknologi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Alor Kecil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....