Nelayan Alor Perlu Waspada Potensi Angin Kencang yang Terjadi saat Musim Kemarau

  • 28 Jul 2026 19:39 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Memasuki musim kemarau, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Alor mengingatkan para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang mulai terjadi di sejumlah perairan Kabupaten Alor. Kondisi tersebut dipengaruhi mulai aktifnya angin timuran yang berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan.

Ahli Muda Pengamat BMKG Stasiun Mali Kabupaten Alor, Samsul Daka, mengatakan angin timuran umumnya terjadi di wilayah Alor bagian timur hingga kawasan Teluk Kabola. Kecepatan angin cenderung meningkat pada siang hingga sore hari sehingga nelayan perlu memperhatikan waktu yang aman sebelum melaut.

"Saat ini kita mulai memasuki musim angin timuran. Khususnya di wilayah Alor bagian timur dan Teluk Kabola, potensi angin kencang dapat terjadi pada siang hingga sore hari. Karena itu kami mengimbau nelayan agar lebih berhati-hati dan menyesuaikan waktu melaut dengan kondisi cuaca," ujar Samsul Daka.

Selain potensi angin kencang di laut, BMKG menjelaskan bahwa secara umum Kabupaten Alor telah memasuki musim kemarau. Meskipun demikian, hujan masih berpeluang terjadi di beberapa lokasi akibat pengaruh kelembapan udara dan kondisi topografi, meski bukan dipicu oleh dinamika atmosfer skala regional maupun global.

BMKG juga mengingatkan masyarakat, terutama nelayan dan petani, agar tidak hanya mengandalkan perkiraan cuaca secara kasat mata. Informasi cuaca resmi perlu dijadikan acuan sebelum melakukan aktivitas yang bergantung pada kondisi alam.

"Kami mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Masyarakat bisa mengikuti saluran WhatsApp BMKG, menghubungi nomor hotline yang tersedia, maupun memperoleh informasi melalui kepala desa yang telah menerima layanan informasi cuaca dari BMKG," katanya.

Melalui penyebaran informasi cuaca yang cepat dan mudah diakses, BMKG berharap masyarakat dapat mengantisipasi potensi risiko yang ditimbulkan oleh perubahan kondisi cuaca. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan nelayan saat melaut serta membantu petani menyesuaikan aktivitas mereka selama musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....