Bak Penampung Tua di Sainoni Dipagari Aparat Polsek Miomafo Timur dan Masyarakat

  • 18 Sep 2026 13:39 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Pasca musibah tenggelamnya dua siswi SDN Sainoni di bak penampungan mata air (Oetfo), Desa Sainoni, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, jajaran Polsek Miomaffo Timur bersama masyarakat setempat bergotong royong melakukan pemagaran terhadap bak penampung tua itu. Pemagaran itu sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Hal ini disampaikan Kapolsek Miomaffo Timur Ipda Kornelis N. Lamapaha kepada awak media pada Jumat 18 September 2026.

‎Menurut Ipda Kornelis bahwa ia bersama personil Polsek Miomafo Timur melakukan kerja bakti pada Kamis, 17 September 2026, di kawasan embung atau cekdam Oetfo, Desa Sainoni. Kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga, khususnya anak-anak yang berada di sekitar lokasi penampungan air", ujar mantan Kapolsek Noemuti ini.

‎Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian bersama masyarakat Desa Sainoni bergotong royong melakukan perawatan lingkungan sekaligus pemagaran di sekitar area cekdam. Pemagaran dilakukan untuk memberikan batas pengaman di lokasi yang memiliki potensi membahayakan, terutama bagi anak-anak yang bermain atau beraktivitas di sekitar sumber dan penampungan air.

‎"Pemagaran terhadap bak penampung tua di area Cekdam Oetfo sebagai tindak lanjut atas musibah yang terjadi pada Senin, 14 September 2026, dimana dua orang siswi SDN Sainoni ditemukan meninggal akibat tenggelam di bak penampungan mata air Oetfo. Peristiwa itu menjadi perhatian serius bagi kepolisian dan masyarakat setempat sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi mengancam keselamatan anak", ujar Ipda Kornelis.

‎Kapolsek Miomaffo Timur itu terus menekankan bahwa upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh masyarakat di wilayah Sainoni. Jadi pemasangan pagar di sekitar cekdam merupakan salah satu langkah sederhana namun penting untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan, khususnya korban tenggelam.

‎Ia juga mengimbau para orang tua dan masyarakat sekitar agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta memberikan pemahaman sejak dini mengenai bahaya bermain di sekitar embung, cekdam, sungai, bak penampungan air maupun tempat lain yang memiliki potensi membahayakan keselamatan.

‎“Keselamatan anak-anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, selain melakukan pengamanan secara fisik melalui pemagaran, pengawasan orang tua dan edukasi kepada anak juga sangat penting,” ujar Ipda Kornelis.

‎Kornelis, salah satu masyarakat Sainoni menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Polsek Miomafo Timur yang telah mengambil langkah cepat dan peduli terhadap kondisi lingkungan mereka. Kehadiran personel kepolisian yang turun langsung bekerja bersama warga dinilai memberikan perhatian sekaligus dorongan bagi mereka untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan keselamatan anak-anak (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....