Bak Air Tukuneno Roboh sebelum Digunakan, Kadis Sosial dan PMD Pastikan Diperbaiki

  • 28 Apr 2026 15:53 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) menegaskan komitmennya untuk segera melakukan perbaikan bangunan bak penampung air yang roboh sebelum dimanfaatkan masyarakat dengan akan melakukan pemanggilan kepada Pj Desa Tukuneno Prima Marsiana Kompisasi, S.IP untuk menjelaskan terkait kendala dan persoalan di lapangan.

Pasalnya bangunan bak penampung air yang dibangun menggunakan anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dengan nominal Rp53.247.00 untuk tiga bak penampung di Rt 001/Rw 0001, Dusun Hofehan, Desa persiapan Manuaman Faktukbot, Desa Induk Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat belum dimanfaatkan masyarakat setempat bangunan sudah mengalami kerusakan.

Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Belu Romualdus Th. J. Manek, S.Pt menyampaikan terkait insiden tersebut pihaknya telah menerima laporan dari pemerintah desa dan memastikan akan segera dilakukan perbaikan.

Menurutnya , sebelum dilakukan perbaikan akan lebih dahulu melakukan pengecekan teknis guna mengetahui penyebab robohnya bak penampung tersebut. Hal ini penting agar perbaikan yang dilakukan tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan yang serupa di kemudian hari.

Ia juga menegaskan, kualitas bangunan menjadi perhatian serius dan jika ditemukan adanya kelalaian dalam proses pembangunan, maka pihak yang bertanggung jawab akan melakukan pengerjaan ulang sesuai ketentuan yang berlaku.

“Mengenai Insiden ini akan segera dilakukan perbaikan, besok ( Rabu 29 April 2026) kita akan memanggil penjabat desa, untuk bertemu dan menemukan langkah alternatif apa-apa saja agar bak penampung yang roboh akan untuk segera di perbaiki,” ucap Iwan Manek sapaan hangat Kadis Sosial dan PMD kepada rri.co.id di ruang kerjanya pada Selasa 28 April 2026.

Selain itu, ia menambahkan pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan bahwa fasilitas yang dibangun benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat, karena itu perbaikan akan dilakukan dengan standar yang lebih baik.

Iwan manek menambahkan kejadian ini menjadi evaluasi bersama agar ke depan setiap pembangunan infrastruktur desa dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan lebih matang agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat baik dalam mendapatkan akses pelayanan air bersih juga upaya nyata meninggalkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....