Uskup Atambua Bercocok Tanam Hindari Pengrusakan Alam degan Bahan Kimia
- 16 Sep 2026 14:48 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID.Atambua-Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku,Pr menyoroiti kebiasan buruk warga tani saat ini aktivitas bercocok tanam di lahan garapan lebih diarahkan menggunakan bahan kimiawi ketimbang secara alami.
Ia mengatakan saat ini perilaku masyarakat tani bermental instan. Untuk memperoleh hasil panen tidak lagi melalui sebuah proses secara alami dengan turut mempertimbangkan keberadaan ekosistem di alam, namun dilakukan dengan cara gampang
Penggunaan bahan kimiawi secara berlebihan di lahan tanam, turut berdampak negatif Hasil panen awalnya mudah diperoleh namun seiring waktu kian menurun produksi panen petani dan tanpa disadari merusak alam.
Segenap umat Keuskupan Atambua diingatkan untuk tidak secara sembarangan melakukan aktifitas bertani sampai merusak alam.
Hadirnya berbagai produk berbahan kimiawi mempermudah kerja petani. Padahal di sisi lain turut berdampak rusaknya ekosistem di alam berpengaruh pula terhadap keberlangsungan makluk hidup.
Saat ini oleh petani bekerja di lahan sekedar untuk menyiangi gulma, reremputan ilalang tidak lagi melalui proses membersihkan secara manual. Kebanyakan petani mulai beralih pemakaian obatan berbahan kimiawi.
Kerja mudah dan bisa memperoleh hasil panen, dilakukan tidak mempertimbangkan dampak ikutan lingkungan alam semakin kritis, membahayakan seluruh makluk hidup.
“Jangan pernah merusak alam. Banyak sekali petani yang bermental instan membersihkan rumput menggunakan rundup dengan menyemprot merupakan kerja yang instan turut merusak alam,” kata Uskup Atambua MGR. Dominikus Saku,Pr
Salah satu kebun percontohan pertanaman jagung di kelola Paroki Sta. Theresia Kefamenanu Keuskupan Atambua di lokasi Bitauni Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dikarenakan penggunaan bahan kiwiami hasil panen tahun ke tiga mulai merosot.
“Tahun ke 4 tidak ada lagi panen tahun ke 5 sama sekali gagal panen. Kurang lebih membutuhkan 50 tahun untuk pemulihan pada lahan garapan yang ada sudah rusak,” ucap gembala umat Katholik perbatasan dengan Negara Tinor Leste ini.
Dirinya pun mengajak seluruh umat Gereja untuk menyadari bahwa tindakan pengrusakan alam akan sangat berdampak terhadap keberlangsungan ekosistem makluk hidup ke depan. “Alam apabila telah di rusak akan Kembali menyerang kita” ujar Uskup Dominikus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....