Wisma Raya II Promosikan Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Alor
- 14 Sep 2026 05:15 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Pemerintah Kabupaten Alor melalui Dinas Pariwisata menyebut Pekan Wisma Raya II Tahun 2026 yang berlangsung dari 09 September hingga 14 September 2026 menjadi momentum kebangkitan pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, Muhammad Baesaku, dalam pembukaan Pekan Wisma Raya II di Lapangan Mini Kalabahi.
Muhammad Baesaku mengatakan Kabupaten Alor memiliki kekayaan pariwisata alam dan budaya yang didukung produk ekonomi kreatif para pelaku UMKM. Seluruh potensi tersebut dinilai perlu terus dipublikasikan agar mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Kabupaten Alor yang kaya akan potensi pariwisata, baik alam maupun budaya, yang didukung produk ekonomi kreatif para pelaku UMKM adalah harta kekayaan bagi kesejahteraan masyarakat yang perlu dipublikasikan,” kata Muhammad Baesaku.
Ia menjelaskan, Pekan Wisma Raya II dirancang sebagai event pariwisata terintegrasi dengan konsep entertainment, edukasi, dan olahraga. Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mempromosikan produk dan hasil kreativitas lokal.
Menurut Baesaku, penyelenggaraan Pekan Wisma Raya II juga diarahkan untuk mendorong transformasi ekonomi melalui peningkatan aktivitas UMKM, kesempatan berusaha, serta perputaran uang di tengah masyarakat. Karena itu, masyarakat didorong memanfaatkan momentum kegiatan untuk memperkenalkan dan menjual produk unggulan daerah.
“Pekan Wisma Raya Wisata Maju Raya Sejahtera II Alor tahun 2026 berdampak pada pertumbuhan UMKM dan transformasi ekonomi, uang beredar di masyarakat, kesempatan untuk berusaha dan berkreasi dengan memanfaatkan peluang untuk mempromosikan hasil olahan masyarakat,” ujarnya.
Pekan Wisma Raya II berlangsung pada 9 hingga 14 September 2026 dengan sejumlah agenda, di antaranya Gema Wisma Raya, Bazar UMKM dan PKL, lomba panahan tradisional, sepeda hias pelajar, Alor Exotic Fun Run, jelajah gastronomi Alor, lomba mancing tradisional, serta berbagai atraksi seni dan budaya.
Baesaku menambahkan, kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan, antara lain meningkatkan kunjungan wisatawan, mempromosikan potensi pariwisata dan budaya serta produk ekonomi kreatif, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan UKM, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memperkuat citra Alor sebagai destinasi wisata unggulan.
Ia menegaskan, pembangunan pariwisata tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, media, pelaku industri pariwisata, UMKM, komunitas seni budaya, serta masyarakat untuk mengembangkan sektor pariwisata secara berkelanjutan.
“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun pariwisata daerah. Kolaborasi pemerintah daerah, akademisi, pengusaha, media dan masyarakat sangat diperlukan dan bersatu padu saling mendukung untuk pariwisata Alor yang lebih maju,” ucap Baesaku.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Alor melalui sektor pariwisata dengan tetap menjaga kedamaian, kesejukan, kelestarian alam, serta keramahan masyarakat sebagai kekuatan utama dalam membangun citra Alor sebagai destinasi wisata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....