Kadinkes Belu, Beberkan Dominan Temuan Kasus dalam Program CKG

  • 09 Sep 2026 21:03 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Belu mulai memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan sejumlah temuan penyakit tidak menular yang cukup dominan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dr. Bathseba Elena Corputty, MARS mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan melalui program CKG, ditemukan sejumlah kasus dominan seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi, diabetes, asam urat hingga kolesterol.

dr.Elen Corputty mengatakan, temuan ini menjadi perhatian karena sebagian masyarakat yang sebelumnya tidak mengetahui kondisi kesehatannya menjadi tahu dan lebih peduli terhadap kesehatan diri.

“Dari temuan lapangan, banyak (masyarakat) yang cukup terkejut, karena temuan seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi, diabetes, asam urat hingga kolesterol karena merasa diri sehat dan baik-baik saja, namun mereka juga merasa bersyukur karena melalui CKG, menjadi ajakan untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dengan mulai membangun budaya hidup yang sehat,” ucap dr Elen Corputty, Rabu 9 September 2026.

Lanjut dr Elen menjelaskan, hasil pemeriksaan CKG tidak hanya menjadi data kesehatan, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk melakukan tindak lanjut terhadap masyarakat yang memiliki faktor risiko atau membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Jadi setelah temuan kita mengarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan, ini bertujuan agar dapat mencegah kondisi penyakit berkembang lebih serius,” kata dr Elen Corputty.

Di sisi lain, dr Elen mengatakan keberhasilan program CKG bergantung pada tingkat partisipasi masyarakat, ia mengatakan semakin banyak keterlibatan aktif masyarakat dalam memanfaatkan layanan CKG, semakin besar peluang pemerintah memerpoleh gambaran kondisi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

“Salah satu kendala yakni keterlibatan atau partisipasi aktif masyarakat yang masih rendah, namun itu bukan menjadi tantangan tetap menjadi ide kreatif kami untuk melancarkan strategis cerdas lainnya, seperti pelayanan jemput bola, sosialisasi, komunikasi dan informasi semakin digencarkan agar semua masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa keterbasan ruang dan waktu,” kata dr Elen.

Dirinya juga menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan program CKG sebagai kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lebih dini.

Dinas Kesehatan berharap partisipasi masyarakat dalam program CKG terus meningkat sehingga upaya promotif dan preventif dapat berjalan optimal, sekaligus mendorong masyarakat Belu untuk semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....