RRI Fest 2026, RRI Atambua Hadirkan Ruang Masyarakat Peduli Kebersihan
- 05 Sep 2026 19:16 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Satker RRI Atambua mengadakan RRI Fest dengan sejumlah agenda kegiatan. Senam Zumba bersama, kegiatan talk show, pemeriksaan kesehatan gratis dan aksi pungut sampah.
Kegiatan RRI Fest dalam rangka menyambut hari bhakti radio 11 September 2026 ini diikuti segenap angkasawan/ty RRI Atambua, personil dari unsur TNI/ Polri dan masyarakat umum bertempat pelataran kantor Plaza perijinan Atambua, Sabtu 5 Agustus 2026.
RRI Fest Satker RRI perbatasan Atambua dalam agenda Talk Show menghadirkan 4 orang Narasumber pemerintah dan unsur keamanan TNI/ Polri mengangkat topik: "Sinergi Kolaboratif Merawat Warisan Budaya, Lingkungan dan Ketertiban Bersama,".
Camat kota Atambua Markus Robinson Mau Koy mengatakan masyarakat Belu adalah masyarakat berbudaya. Adat istiadat dengan berbagai ritual masih dilakukan menunjukan akar budaya masih cukup kental di kalangan orang Belu.
Dirinya juga menyoroti persoalan sampah sekitar wilayah kota Atambua.
Menurutnya kesadaran warga Atambua untuk menjaga kebersihan dirasakan masih kurang. Padahal menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah melainkan tugas bersama. Dirinya mengajak untuk peduli menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan tempat, sebuah gerakan moral ditanamkan dan menjadi sebuah budaya.
"Tiap ada momen sampah banyak sekali, ini mungkin kita sebagai pengunjung kita juga harus berbudaya. Misal saat berbelanja pelastik disimpan kemudian dibuang ditempatnya, minimal sudah mengurangi," kata Camat Atambua.
Lurah Kota Atambua Nobertus Bere Mau berbicara budaya aspek sebegitu luas. Ritual adat istiadat, budaya sebuah norma saling menghargai, gotong royong dan lain sebagainya, sebenarnya sudah dijalankan orang Belu turun temurun. Dari kacamata pemerintah budaya dimaksud kian pudar sehingga perlu kembali dilestarikan. Sementara menyangkut kebersihan lingkungan dirinya melihat dari kebiasaan masyarakat yang dianggap belum terlalu tertib seperti membuang sampah sembarangan tempat.
"Masih terlihat ada yang buang sampah sembarangan tempat harusnya kita peduli, ini banyak orang belum sadar," kata Nobertus.
Bhabinkamtibmas Kelurahan kota Bripka Marselus Fransisko Bau menyangkut keamanan dan ketertiban kota Atambua sejauh ini cukup aman kondusif. Hal ini berkat kerjasama pemerintah daerah dan juga unsur TNI Kodim 1605 Belu serta perangkat kelurahan organisasi karang taruna, Rt/Rw.
"Keamanan sangat penting, menjadi hal pertama dan utama baik menyangkut pelestarian budaya dan aktifitas setiap hari," ucap Marselus.
Babinsa Kelurahan kota Sertu Slamet Jatmiko mengatakan gotong royong sebagai nilai budaya orang Belu. Sangat penting aktifitas gotong-royong sebagai wujud kebersamaan masyarakat bisa saling membantu dalam berbagai hal.
"Misal ada masyarakat ingin membangunan sesuatu dengan bersama sama beban lebih ringan," kata Babinsa Slamet.
Sementara kolaborasi unsur TNI/Polri menciptakan situasi keamanan kenyamanan masyarakat dengan membangun sistem jaringan komunikasi. Badan informasi keterangan atau informan melalui Kelurahan, Rt/Rw.
"Waktu tertentu ada kejadian sifatnya masyarakat tidak nyaman, maka mereka akan menghubungi kami selalu Babinsa Babinpol," ujarnya.
Agenda kegiatan bersamaan Car Free Day diakhir pekan di alun-alun simpang lima Atambua ini semakin menambah semarak kegiatan. Peserta kegiatan berbaur bersama masyarakat mengikuti senam Zumba, ada pula berolahraga lari dan jalan santai, selanjutnya mendengarkan informasi narasumber dari kegiatan talk show, memeriksakan kesehatan serta aksi pungut sampah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....