Permakultur Dorong Masyarakat Hidup Selaras dengan Alam

  • 05 Sep 2026 05:27 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Permakultur menjadi pendekatan pertanian berkelanjutan yang mengajarkan masyarakat hidup menetap dan membangun kebiasaan selaras alam. Konsep ini menekankan hubungan harmonis antara manusia, tanah, air, serta seluruh ekosistem pendukung kehidupan.

Nina Purwiyantini, Komisaris PT. Pah Kuan Matani Kefamenanu sekaligus praktisi permakultur menjelaskan bahwa permakultur memiliki tiga etika utama sebagai landasan kehidupan para praktisinya. Ketiga etika tersebut meliputi kepedulian terhadap bumi, kepedulian terhadap sesama, dan keadilan yang merata.

Menurutnya, kepedulian terhadap bumi diwujudkan melalui tindakan sederhana menjaga kesuburan tanah sepanjang musim. "Seorang primakulturis itu harus hidup selaras dengan alam dimana dia tinggal," kata Nina saat berbincang dengan RRI Atambua, Jumat 4 September 2026.

Ia mencontohkan penggunaan ranting, daun kering, dan alang-alang sebagai penutup tanah selama musim kemarau. Langkah tersebut membantu menjaga kelembapan tanah serta melindungi organisme penting yang hidup di dalamnya.

Dalam aspek kepedulian terhadap sesama, masyarakat diajak memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana dan bersama. Pengelolaan air dilakukan secara adil agar tetap tersedia bagi generasi mendatang dalam jangka panjang.

Nina mengatakan keadilan merata juga diterapkan melalui pengelolaan hasil panen dan limbah pertanian. "Kita mengembalikan apa yang kita terima ke alam dengan hidup zero waste," ujarnya ketika menjelaskan tentang pola hidup berkelanjutan.

Sisa sayuran dimanfaatkan untuk pakan ternak, sedangkan bahan organik lainnya diolah kembali menjadi kompos. Pendekatan tersebut mengurangi limbah sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan secara berkelanjutan dan produktif.

Selain itu, permakultur mengajarkan masyarakat menjalani kehidupan secara perlahan mengikuti ritme alami lingkungan. "Alam tidak pernah terburu-buru di dalam proses," katanya menutup perbincangan bersama RRI Atambua..

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....