Untrip Kalabahi Dorong Festival Aladin Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Alor
- 16 Sep 2026 06:46 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Universitas Tribuana Kalabahi (Untrip) mendorong Festival Aladin atau Air Laut Dingin di Desa Alor Kecil, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, terus dikembangkan sebagai kegiatan yang memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. Festival Aladin 2026 berlangsung selama tiga hari, 12–14 September 2026.
Rektor Universitas Tribuana Kalabahi, Elia Maruli, mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui kegiatan penelitian dan pengabdian. Karena itu, Untrip terlibat dalam kolaborasi riset bersama Universitas Diponegoro (Undip) dan Pemerintah Kabupaten Alor untuk mengembangkan potensi fenomena air laut dingin atau Aladin.
Menurut Elia, kolaborasi riset tersebut dilakukan karena Untrip memiliki sumber daya manusia, tetapi masih membutuhkan dukungan peralatan penelitian. Kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki fasilitas dan kemampuan penelitian lebih lengkap menjadi langkah penting untuk menghasilkan kajian yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat dan daerah.
“Universitas Tribuana Kalabahi sebagai perguruan tinggi dituntut untuk harus berdampak. Kampus tidak boleh selesai di ruang-ruang kelas, tetapi harus berdampak untuk kesejahteraan masyarakat melalui penelitian dan pengabdian. Karena itu, kami melakukan kolaborasi riset dengan Universitas Diponegoro dan juga bersama pemerintah daerah,” ujar Elia.
Elia menjelaskan, pembahasan mengenai fenomena Aladin telah berlangsung sejak 2021 ketika Prof. Anin dari Undip datang ke kampus Untrip dan berdiskusi mengenai potensi kelautan Alor. Fenomena air laut dingin yang tergolong langka di wilayah tropis tersebut kemudian didorong untuk diteliti sehingga waktu kemunculannya dapat diketahui dan dikembangkan menjadi daya tarik wisata.
Ia menilai Festival Aladin yang berlangsung pada 12–14 September 2026 harus diarahkan lebih dari sekadar agenda tahunan. Menurutnya, keberlanjutan festival perlu diikuti dengan pengembangan riset, inovasi, dan pemanfaatan potensi kelautan sehingga memberikan dampak ekonomi secara luas bagi Kabupaten Alor maupun masyarakat di tingkat desa.
“Impian terbesar kami adalah kegiatan ini harus berdampak secara makro terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan secara mikro berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil. Kami berharap festival ini tidak hanya berlangsung tahun ini, tetapi dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya dengan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” katanya.
Elia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Alor, Universitas Diponegoro, serta masyarakat Desa Alor Kecil dan masyarakat Kecamatan Alor Barat Laut yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan dan riset fenomena Aladin. Menurutnya, keberhasilan pengembangan potensi tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Kabupaten Alor memiliki wilayah laut yang jauh lebih luas dibandingkan wilayah daratan. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar bagi Untrip untuk mengembangkan visi sebagai pusat unggulan pendidikan, penelitian, dan inovasi berbasis maritim di daerah kepulauan dan perbatasan.
Melalui kolaborasi Untrip, Undip, dan Pemerintah Kabupaten Alor, Elia berharap fenomena Aladin dapat terus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan. Festival Aladin 2026 diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat pariwisata berbasis maritim sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....