Pariwisata Alor Tumbuh Positif, Pemerintah Dorong Manfaat Ekonomi Masyarakat
- 14 Sep 2026 05:14 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Pemerintah Kabupaten Alor menegaskan komitmennya menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, dalam pembukaan Pekan Wisma Raya II Tahun 2026 di Lapangan Mini Kalabahi.
Melkisedek mengatakan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat menuntut setiap daerah untuk mampu beradaptasi secara cepat dan tepat, termasuk menghadapi persaingan global di sektor pariwisata yang terus berkembang.
Menurutnya, Kabupaten Alor memiliki modal besar untuk memenangkan persaingan tersebut melalui kekayaan alam, budaya, adat istiadat, bahasa, serta keragaman masyarakat yang tersebar di 15 gugusan pulau dan 18 kecamatan.
Ia menyebutkan, perkembangan sektor pariwisata Alor menunjukkan tren positif. Pada 2025, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh sebesar 9,14 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Alor secara keseluruhan yang mencapai 4,57 persen.
“Karena itu, kita tidak boleh hanya mengejar jumlah wisatawan. Kita harus mengejar nilai ekonomi yang ditinggalkan wisatawan di Alor. Inilah sesungguhnya semangat dari Wisma Raya, menjadikan pariwisata sebagai kekuatan ekonomi yang manfaatnya semakin banyak dirasakan oleh masyarakat,” ujar Melkisedek Bely. Kamis, 10 September 2026.
Ia menjelaskan, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Alor terus mengalami peningkatan, dari 20.767 wisatawan pada 2023 menjadi 21.497 wisatawan pada 2024, dan tercatat mencapai 24.706 wisatawan. Sementara hingga Juni 2026, jumlah wisatawan yang masuk ke Alor mencapai 5.580 orang.
Melkisedek menegaskan, peningkatan kunjungan wisatawan harus diikuti dengan peningkatan nilai ekonomi yang diterima masyarakat. Karena itu, pembangunan pariwisata tidak cukup hanya melalui promosi destinasi, tetapi juga perlu didukung aksesibilitas, kualitas pelayanan, amenitas, kapasitas pelaku usaha, ekonomi kreatif, dan pariwisata berbasis masyarakat.
“Membangun pariwisata tentu membutuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, pihak swasta, pelaku-pelaku usaha, lembaga perguruan tinggi, media, dan masyarakat itu sendiri. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menjadi penonton di negeri kita sendiri,” ungkapnya.
Melkisedek juga mengimbau para camat, lurah, dan kepala desa untuk mengembangkan potensi wisata di wilayah masing-masing. Desa-desa wisata yang telah ada, menurutnya, perlu terus dibangun bersama masyarakat dengan memanfaatkan berbagai sumber pendanaan yang tersedia.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Alor akan terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT, investor, serta berbagai mitra kerja untuk memperkuat pembangunan pariwisata dan ekonomi daerah. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Pekan Wisma Raya II Tahun 2026 serta mengajak masyarakat dan wisatawan berpartisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan sekaligus mendukung produk-produk lokal dengan berbelanja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....