Sebanyak 10 Nosel BBM di SPBU Wekatimun Dilakukan Tera Ulang

  • 26 Agt 2026 16:04 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu melalui Bidang Kemetrologian dan Pengawasan Perdagangan melakukan tera ulang terhadap nosel pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Wekatimun, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 26 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan takaran BBM yang diterima konsumen sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan perlindungan kepada masyarakat agar tidak dirugikan dalam setiap transaksi pengisian BBM.

Sebanyak 10 nosel di SPBU Wekatimun menjalani pemeriksaan dan tera ulang. Nosel yang diperiksa digunakan untuk melayani sejumlah jenis BBM, di antaranya Solar, Pertalite, dan Dexlite.

Kepala Bidang Kemetrologian dan Pengawasan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu, Vinsen Moruk, mengatakan tera ulang terhadap nosel SPBU merupakan kewajiban yang dilakukan secara berkala sesuai ketentuan yang berlaku.

“Petugas kemetrologian wajib melakukan tera ulang terhadap nosel di seluruh SPBU setiap tahun. Hal ini dilakukan untuk memastikan alat ukur yang digunakan dalam transaksi BBM tetap memberikan takaran sesuai dengan standar,” ujar Vinsen.

Menurut Vinsen, pemeriksaan di SPBU Wekatimun juga dilakukan karena terdapat kerusakan pada peralatan pengisian BBM. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan dan tera ulang kembali diperlukan untuk memastikan peralatan tetap berfungsi dengan baik dan memberikan volume BBM yang sesuai ketentuan.

Ia menjelaskan, tera ulang merupakan bagian penting dalam kegiatan pengawasan perdagangan, khususnya terhadap alat ukur yang digunakan dalam transaksi antara pelaku usaha dan konsumen.

“Dengan tera ulang ini, kita memastikan alat ukur yang digunakan benar-benar bekerja dengan baik dan memberikan takaran yang sesuai. Ini juga menjadi salah satu upaya untuk mencegah adanya kecurangan yang dapat merugikan konsumen,” katanya.

Vinsen menambahkan, pemeriksaan terhadap alat ukur tidak hanya bertujuan memastikan kepatuhan pengelola SPBU terhadap regulasi, tetapi juga memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa BBM yang dibeli sesuai dengan jumlah yang tertera pada transaksi.

Dari hasil pemeriksaan dan tera ulang terhadap 10 nosel di SPBU Wekatimun, seluruh nosel dinyatakan telah memenuhi standar yang ditetapkan.

Sementara itu, Pengawas SPBU Wekatimun, Daniel Nauolim, mengapresiasi pelaksanaan tera ulang yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu.

Daniel mengatakan kegiatan tersebut penting untuk memastikan seluruh peralatan yang digunakan dalam pelayanan kepada masyarakat berada dalam kondisi baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami mengapresiasi kegiatan tera ulang yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu. Ini penting untuk memastikan seluruh nosel yang kami gunakan dalam pelayanan kepada masyarakat berada dalam kondisi sesuai regulasi dan memberikan takaran BBM secara tepat,” ucap Daniel.

Berdasarkan pantauan RRI di SPBU Wekatimun, proses tera ulang dilakukan menggunakan alat ukur khusus yang telah disiapkan petugas kemetrologian.

Dalam proses pemeriksaan, nosel dioperasikan oleh petugas SPBU, kemudian BBM yang dikeluarkan ditampung ke dalam alat ukur milik petugas kemetrologian. Volume BBM yang tertampung selanjutnya diperiksa dan dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat selisih takaran yang dapat merugikan konsumen maupun pihak pengelola SPBU, stelah dipastikan nosel sesuai standar kemudian disegel oleh petugas kemetrologian.

Pelaksanaan tera ulang di SPBU Wekatimun diharapkan dapat memberikan kepastian dan rasa aman kepada masyarakat sebagai konsumen. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga mendorong pengelola SPBU untuk terus menjaga keakuratan peralatan pengisian BBM serta memenuhi seluruh ketentuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan seluruh nosel yang diperiksa dinyatakan memenuhi standar, masyarakat diharapkan tidak perlu ragu terhadap ketepatan takaran BBM yang diberikan melalui peralatan pengisian di SPBU Wekatimun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....