Sopir Pick Up di Belu Keluhkan Sulitnya Memperoleh BBM Jenis Pertalite
- 08 Jul 2026 08:27 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Sopir mobil pick up di Kabupaten Belu mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir baik di SPBU Wekatimun, Halifehan, Fatubenao dan Sesekoe. Kondisi ini dinilai sangat berdampak pada aktivitas kerja, terutama dalam menjalankan usaha angkutan barang yang menjadi sumber penghasilan utama.
Kelangkaan BBM membuat para sopir harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre di stasiun pengisian bahan bakar. Bahkan, tidak jarang mereka harus antrre sejak pagi hari hanya untuk mendapatkan giliran mengisi BBM.
Salah satu sopir Markus Bau yang sering mangkal di pasar baru Atambua mengungkapkan bahwa situasi ini sangat merugikan karena waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja justru habis di antrean. Akibatnya, jumlah perjalanan yang bisa dilakukan dalam sehari minimal 5-7 kali menjadi berkurang drastis.
Selain itu, keterbatasan BBM juga berdampak pada menurunnya pendapatan harian, ia mengaku tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga secara optimal.
“Kami lebih banyak antre di Pertamina daripada melaksanakan aktivitas bongkar muat barang, ini cukup merugikan kami” ucap Markus Bau pada Selasa 7 Juli 2026.
Dirinya menambahkan dalam antrean panjang sering kali berujung pada kehabisan stok BBM sebelum mendapatkan giliran. Hal ini menambah beban dan ketidakpastian dalam menjalankan pekerjaan.
Selain itu, ia menginginkan perlu adanya tindakan tegas dari pemerintah untuk menertibkan para pengepul BBM yang menjadi salah satu penyebab kelangkaan minyak.
“Mereka (pengepul BBM) datang dengan tangki besar, dari pengamatan saya baik di SPBU Wekatimun, Halifehan, Fatubenao, apalagi sesekoe seakan-akan mereka diberi jalur khusus dan pihak Pertamina bungkam soal ini,” ucap Markus Bau dengan nada tegas dan menekan
Kondisi yang ada ia berharap adanya perhatian serius dari pemerintah untuk segera mengatasi kelangkaan BBM di Kabupaten Belu dengan meminta agar distribusi BBM dapat berjalan lancar dan merata sehingga tidak terjadi penumpukan antrean karena kelangkaan BBM serta memberikan sanksi keras kepada para pengepul BBM.
Markus Bau berharap kondisi ini segera membaik agar dapat kembali bekerja secara normal. Dengan ketersediaan BBM yang stabil, diharapkan roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Belu dapat kembali berjalan lancar. (KM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....