Kekeringan Perumda Air Minum Belu Droping Air Bersih Menggunakan Mobil Tangki

  • 26 Agt 2026 15:49 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Belu, Antonius Jumadi Manek, memastikan pelayanan air bersih bagi masyarakat pelanggan tetap berjalan normal meskipun wilayah Kabupaten Belu tengah menghadapi musim kemarau panjang.

Kemarau yang berlangsung cukup panjang menyebabkan debit air di sejumlah sumber mata air mengalami penurunan. Bahkan, beberapa sumber air dilaporkan mulai mengering. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kelancaran distribusi air bersih di sejumlah wilayah pelayanan.

Kendati demikian, Perumda Air Minum Kabupaten Belu terus berupaya menjaga pelayanan kepada masyarakat. Selain mengandalkan jaringan perpipaan, Perumda juga menyiapkan armada mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah yang mengalami gangguan pelayanan maupun terdampak kekeringan.

“Daerah terdampak kekeringan atau terganggu distribusi kita upayakan terjangkau melayani dengan mobil tangki. Satu rit Rp80 ribu,” kata Jumadi Manek, Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurut Jumadi, berkurangnya debit air di sejumlah sumber mata air merupakan dampak langsung dari musim kemarau panjang. Kondisi ini membuat kemampuan sumber air dalam memasok kebutuhan jaringan distribusi ikut menurun.

“Musim kemarau panjang menyebabkan debit air pada sejumlah sumber mata air mulai berkurang drastis, bahkan sampai mengering. Kondisi yang ada berdampak pula terhadap pelayanan distribusi air bersih sedikit terganggu,” jelasnya.

Untuk mengatasi gangguan distribusi, Perumda Air Minum Kabupaten Belu menyediakan layanan pengantaran air bersih menggunakan mobil tangki, terutama bagi pelanggan yang jaringan perpipaannya mengalami gangguan.

Jumadi mengatakan masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut dapat menyampaikan pengaduan kepada pihak Perumda agar distribusi air melalui mobil tangki dapat dijadwalkan.

“Setiap pelanggan bisa datang langsung membuat pelaporan ke kantor agar bisa terlayani sesuai jadwal, atau melalui call center, bisa juga WhatsApp,” ujarnya.

Pemesanan air bersih melalui mobil tangki juga dapat dilakukan dengan mendatangi langsung kantor Perumda Air Minum untuk membuat laporan terkait gangguan pelayanan. Pengaduan juga tetap dapat disampaikan melalui nomor kontak sopir mobil tangki yang tersedia di lapangan.

Perumda kemudian akan menyesuaikan pelayanan berdasarkan laporan dan kondisi wilayah yang membutuhkan pasokan air.

Berdasarkan pemetaan Perumda Air Minum Kabupaten Belu, sejumlah wilayah di Kota Atambua termasuk daerah yang terdampak kekeringan dan berpotensi mengalami gangguan distribusi air bersih.

Di Kecamatan Atambua Selatan, wilayah yang terdampak antara lain Kelurahan Lidak dan Kelurahan Manuaman. Sementara di Kecamatan Atambua Barat, wilayah terdampak meliputi sebagian Kelurahan Umanen dan Kelurahan Manumutin.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat tidak hanya mengandalkan jaringan perpipaan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci, sebagian warga juga bergantung pada ketersediaan air dari sumur gali.

Namun, saat musim kemarau berkepanjangan, terutama memasuki periode September-Oktober, debit air sumur gali turut mengalami penurunan. Tidak sedikit sumur warga yang kemudian mengalami kekeringan atau bahkan tidak lagi menghasilkan air.

Ketika sumur mengering dan pasokan melalui jaringan perpipaan terganggu, warga terpaksa membeli air menggunakan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Harga air tangki yang dibeli masyarakat secara mandiri disebut dapat mencapai sekitar Rp100 ribu per tangki. Kondisi tersebut tentu menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang harus memenuhi kebutuhan air bersih di tengah musim kemarau.

“Palingan timba air di sumur. Kalau kekeringan warga beli air tangki. Untuk itu kita bantu dengan mobil tangki dari pemerintah, harga relatif lebih murah, bisa bantu,” kata Jumadi.

Dengan adanya layanan mobil tangki dari Perumda Air Minum Kabupaten Belu, masyarakat diharapkan tetap mendapatkan akses air bersih meskipun terjadi penurunan debit sumber mata air dan gangguan distribusi melalui jaringan perpipaan.

Perumda juga mengimbau pelanggan yang mengalami gangguan pelayanan agar segera menyampaikan pengaduan sehingga kebutuhan air bersih dapat ditangani dan distribusi melalui mobil tangki dapat dilakukan sesuai jadwal.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Perumda Air Minum Kabupaten Belu menjaga kontinuitas pelayanan air bersih bagi masyarakat selama menghadapi musim kemarau panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....