Distan Belu Bergerak Cepat Atasi Serangan Hama di 30 Hektare Lahan di MT II

  • 01 Okt 2026 14:19 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Musim kemarau yang melanda berimbas pada sektor pertanian selain upaya mengatasi ancaman kekeringan agar sektor pertanian tidak mengalami gagal panen di Musim Tanam II, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan diperhadapkan tantangan yakni serangan hama yang cukup masif.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Silvi C. Do Amaral, menyampaikan berdasarkan hasil peninjauan di lapangan serta laporan dari PPL tingkat Desa hingga Kecamatan, telah terdapat 30 hektare lahan yang berdampak serangan hama.

Menyikapi kondisi yang ada, saat ini pihaknya telah merespons cepat dengan melakukan penanganan di lahan pertanian yang terdampak untuk tanaman hortikultura dan padi, agar tidak mengalami gagal panen dengan pemantauan rutin, edukasi penggunaan pestisida tepat sasaran, juga menyarankan agar rotasi tanaman untuk memutus rantai penyebaran, agar tidak merugi.

Silvi Amaral mengatakan, serangan hama didominasi hama putih dan gulma, mengatasi kondisi yang ada, telah menginstruksikan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk melakukan pemantauan di wilayah terdampak.

“Untuk sementara laporan yang diterima dominan di wilayah Kecamatan Tasifeto Timur khususnya Manleten Barat dan sekitarnya, PPL dan POPT telah diterjunkan dan kita rutin melakukan pemantauan di lapangan, dengan itu persoalan masyarakat segera diselesaikan dengan cepat dan tepat,” ucap Silvi Amaral pada Rabu 30 September 2026 saat ditemui diruang kerjanya.

Dengan kondisi yang ada, Silvi Do Amaral mengingatkan petani yang sedang menanam di Musim Tanam II, agar tetap memperhatikan jenis tanaman yang dibudidayakan sesuai kondisi yang ada, dengan memilih tanaman berumur pendek yang disesuaikan dengan kondisi musim dan ketersediaan air.

"Anjurannya tanam tanaman yang musim pendek. Kalau padi, gunakan yang umur genjah dan disesuaikan dengan kondisi air," kata Silvi Amaral.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila tanaman pertanian mengalami serangan hama, dengan laporan tersebut penting agar petugas dapat segera melakukan monitoring di lapangan sekaligus memberikan penanganan dan rekomendasi sesuai kondisi tanaman. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....