Atasi Kelangkaan BBM Pemkab TTU akan Surati Pertamina Minta Tambah Kuota

  • 22 Agt 2026 17:39 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Sebagai upaya mengatasi antrian panjang BBM yang sudah berlangsung sebulan penuh di Kabupaten TTU, maka

sejumlah elemen lintas sektor di Kabupaten Timor Tengah Utara, menggelar rapat bersama. Tujuannya adalah mencari solusi mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Biosolar yang terjadi selama ini. Rapat tersebut dipimpin Wakil Bupati TTU Kamilus Elu, S.H di Aula Rumah Jabatan Wakil Bupati pada, Kamis 20 Agustus 2026.

‎Para pemangku kepentingan yang hadir dalam rapat tersebut adalah Asisten III Setda TTU Thelymitro Kapitan, Kepala Kesbangpol TTU Hyeronimus Bana, Kepala Satpol PP TTU Yonas Tameon, Kabag Ekonomi Setda TTU Fredy Afeanpah, perwakilan Kodim 1618/TTU, Kasat Intel Polres TTU, AKP Suparjo, S. Sos, Kepala SPBU 02 Dominikus Nitsae, serta perwakilan SPBU 03 Joys Kamlasi.

‎Wakil Bupati Kamilus, pada kesempatan itu mengatakan pihaknya menggelar pertemuan dengan pihak kepolisian, TNI dan pemilik SPBU di TTU sebagai respons pemerintah terhadap kelangkaan BBM yang terjadi di Kabupaten TTU sebulan terakhir ini. Karena kondisi tersebut telah menyebabkan antrean panjang kendaraan hingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas selama ini", ujar calon kuat Ketua DPD II Golkar TTU tersebut.

‎"Kita merespons kelangkaan BBM di TTU dengan berkoordinasi dengan pihak SPBU, Polres TTU, TNI, Kesbangpol, Bappenda, Asisten III, Kabag Ekonomi dan Satpol PP untuk mencarikan solusi terbaik sehingga antrian panjang seperti selama ini tidak terulang.

‎Hasil dari pertemuan itu, salah satu kesepakatan yang ditempuh adalah Pemkab TTU akan menyurati Pertamina wilayah Nusa Tenggara Timur di Kupang untuk meminta penambahan kuota BBM bagi Kabupaten TTU", kata Wakil Bupati Kamilus.

‎"Saat ini kuota BBM di TTU 16.000 kiloliter untuk tiga SPBU. Kita berharap pendistribusian di tiga SPBU dilakukan secara serentak sehingga tidak terjadi penumpukan pengisian di salah satu SPBU yang dapat menimbulkan kemacetan," ujar Kamilus.

‎Lebih jauh Wakil Bupati Kamilus menyebut bahwa salah satu penyebab kelangkaan BBM di TTU adalah, berkurangnya pasokan BBM ke TTU dalam beberapa waktu terakhir karena dipengaruhi keterlambatan kapal tanker dari Surabaya menuju Depot Atapupu.

‎Akibatnya, pasokan BBM untuk TTU terpaksa harus didatangkan dari Kupang yang jaraknya lebih jauh sehingga jadi penyebab kelangkaan dan antrian membeludak.

‎Wakil Bupati Kamilus juga menambahkan bahwa salah satu poin yang disepakati dalam pertemuan itu adalah, pemerintah akan mengatur waktu pelayanan bagi masyarakat yang melakukan pembelian BBM untuk kebutuhan usaha atau penggunaan khusus agar tidak terjadi penyerobotan dan penumpukan antrean.

‎"Jadi kita atur, bukan melarang. Sehingga mereka para pengepul kita beri waktu khusus mulai pukul 16.00 sampai 20.00 WITA membeli BBM untuk usaha. Sehingga kita harapkan ke depan antrean panjang di 3 SPBU dalam Kota Kefamenanu tidak terjadi lagi," ujar mantan Staf khusus Ahok ini.

‎Wakil Bupati Kamilus juga menyinggung terkait harga jual BBM secara eceran yang berbeda-beda di masyarakat. Tetapi saat ini, pemerintah belum menetapkan batas maksimal maupun minimal harga jual eceran. Namun, ia mengingatkan para penjual BBM eceran agar tidak menetapkan harga yang terlalu tinggi sehingga membebani masyarakat.

‎"Pertalite ini BBM subsidi untuk masyarakat menengah ke bawah. Kalau terlalu tinggi juga memberatkan masyarakat. Penjual BBM eceran harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan jangan sampai memanfaatkan kondisi kelangkaan untuk menaikkan harga," kata Wakil Bupati Kamilus mengkritisi para penjual BBM eceran (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....