Petani Desa Manleten Belu Peroleh Pendapatan Ekonomi dari Panen Tomat
- 22 Agt 2026 06:48 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID,Atambua - Warga tani yang ada di dusun Lalosuk desa Manleten Kabupaten Belu panen tomat di lahan garapan. Panen tomat kali ini merupakan panen buah terakhir dikarenakan sudah beberpa kali dilakukan panen oleh petani.
Hasil yang terkumpul pun bisa dibilang lumayan buah tomat memenuhi keranjang. Dari hasil panen buah tomat setelah di jual ke pasar bisa memperoleh tambahan pendapatan ekonomi.
Pantauan rri.co.id, tidak seberapa luas cakupan lahan tanam hanya sekitar 4 are di tanami buah tomat. Kendati hasil panen tomat buah terakhir setelah dikumpulkan bisa memenuhi sekitar 4 keranjang untuk dijual.
Petani penggarap Robin Hale mengatakan, untuk saat ini harga lumayan baik dijual ke pasar Atambua masih bisa laku terjual Rp.250 ribu per keranjang. Harga agak mahal berpihak ke petani kecuali saat pasokan terbatas biasanya per ketang bisa tembus Rp.600 ribu
"Mahal saat pasokan sedikit atau langka buah tomat di jual biasanya Rp500 -Rp. 600 ribu. Terjadi di musim hujan tidak semua petani panen itu mahal harga jual," kata Robin Kamis 20 Agustus 2026.
Buah tomat masak yang dipetik merupakan masa tanam di bulan April dan sudah panen sebanyak 10 kali.
.
Menurutnya dengan asumsi harga jual tembus Rp.600 ribu takaran per keranjang, dari luas tanam yang ada petani bisa meraup pendapatan di atas Rp40 juta rupiah.
"Panen awal bisa 20 keranjang kita petik berkurang panen terkahir hasil lumayan balik modal dan untung, setiap tahun peroleh di atas Rp40 juta," ucapnya.
Mengunakan keranjang seadanya buah tomat masak dipetik dan dikumpulkan di keranjang kemudian akan dijual ke pasar lokal kota Atambua.
Budidaya komoditi tomat oleh petani penggarap di Kabupaten Belu bisa dibilang cukup menjanjikan peluang pasar.
Seberapa banyak masuk ke pasar lokal kota Atambua tetap terserap pembelian. Kendati harga fluktuatif memberikan keuntungan tersendiri bagi petani, Saat terjadi kelangkaan pasokan harga jual tomat melambung hingga Rp600 ribu per keranjang petani bisa balik modal dan memperoleh keuntungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....