Pemprov NTT Resmi Membuka Pameran Pangan Lokal 2026 di Atambua

  • 03 Okt 2026 07:22 WIB
  •  Atambua
‎RRI.CO.ID, Atambua – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong pelaku UMKM di Kabupaten Belu tidak berhenti pada produksi, tetapi mampu mengolah dan mengemas pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Dorongan tersebut disampaikan Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Alexon Lumba, S.H., M.Hum., saat membuka Pameran Pangan Lokal Tahun 2026 Kabupaten Belu di Atambua, Jumat 2 Oktober 2026.
‎Pameran mengusung tema “Kreasi Lokal untuk Ketahanan Berkelanjutan” dan diikuti 35 pelaku UMKM serta pelaku usaha kuliner. Kegiatan tersebut menjadi ruang promosi sekaligus mendorong pengembangan produk pangan lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
‎Alexon mengatakan, pola pengembangan pangan lokal perlu diubah dari sekadar menghasilkan bahan mentah menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.
‎"Kita harus mengubah cara berpikir dari sekadar tanam, panen dan jual menjadi tanam, panen, olah, kemas dan jual,” tegasnya.
‎Menurut Alexon, hilirisasi pangan lokal sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan, pemberdayaan UMKM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemprov NTT, lanjutnya, juga mendorong pengembangan skema One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP) serta memperluas akses pemasaran melalui NTT Mart dan berbagai jaringan pemasaran lainnya.
‎Ia menyebut terdapat tiga hal penting yang harus diperkuat untuk mendorong UMKM berkembang, yakni akses permodalan, pendampingan, dan perluasan pasar.
‎Pendampingan tersebut mencakup peningkatan kualitas produk, legalitas usaha, kemasan, teknologi pengolahan hingga pemasaran berbasis digital. Produk lokal juga didorong masuk ke jaringan ritel, hotel, restoran, serta diperkuat melalui Gerakan Beli NTT.
‎"Dari petani kemudian ke UMKM. Dari UMKM kita menghasilkan produk yang berkualitas. Dari produk yang berkualitas kita menuju ke pasar dan tentunya akan mempunyai nilai tambah,” ujarnya.
‎‎Selain pelaku usaha, Pameran Pangan Lokal 2026 juga melibatkan sekitar 200 pelajar, guru, dan sanggar seni. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk memastikan pangan lokal tetap berkembang melalui kreativitas, teknologi, dan kewirausahaan.
‎Alexon juga mengungkapkan gagasan pengembangan satu hingga dua desa role model di setiap kabupaten di NTT. Gagasan tersebut telah dibahas bersama Wakil Bupati Belu dan diarahkan pada pola pembiayaan bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan pemerintah desa. ‎Usulan tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT untuk dibahas lebih lanjut.
‎Alexon berharap Pameran Pangan Lokal 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang promosi, kolaborasi, sekaligus pintu masuk bagi produk pangan lokal Belu menuju pasar yang lebih luas.
Ia mengajak masyarakat untuk mencintai dan membeli produk daerah sebagai bentuk dukungan terhadap petani, nelayan, dan pelaku UMKM sekaligus memperkuat perekonomian lokal.
‎Pameran Pangan Lokal Tahun 2026 Kabupaten Belu berlangsung hingga 3 Oktober 2026.
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....