DPC HKTI TTU Membeli Semangka Petani Inbate dan Dipasok Langsung ke Dapur SPPG
- 03 Okt 2026 07:13 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) berkolaborasi dengan para petani semangka di Desa Inbate Kecamatan Bikomi Nilulat, supaya memasok buah semangka ke dapur-dapur SPPG untuk menopang program MBG di TTU. Para petani semangka itu, tergabung dalam kelompok tani Nekmese Bineno Desa Inbate.
Ketua DPC HKTI Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kristo Haki, saat menghadiri panen buah semangka pada Jumat 2 September 2026 idi Desa Inbate menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis yang sangat tepat untuk mengintegrasikan hasil panen lokal ke dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini membawa dampak positif yang signifikan bagi perputaran ekonomi daerah di TTU terutama para petani", ujar politisi Gerindra ini.
Menurut Kristo bahwa, HKTI TTU hadir di Desa Inbate untuk memberi kepastian pasar sehingga pihaknya langsung membawa (Off-taker) atau suplayer supaya membeli semangka petani agar dipasok ke dapur SPPG di Kota Kefamenanu. Karena suplayer buah yang dibawanya sudah berkoordinasi dengan beberapa dapur SPPG sehingga semangka yang dihasilkan para petani setelah disortir dan layak akan dibeli semuanya", ujar Ketua DPC Gerindra TTU ini.
"Salah satu masalah klasik petani di TTU keseluruhan adalah ketidakpastian harga dan pasar saat panen raya tiba. Sehingga HKTI TTU sudah berkoordinasi dengan lima dapur SPPG di Kota Kefamenanu dan sekitarnya supaya semua hasil panen Semangka di Inbate didistribusikan ke SPPG yang telah dikoordinasikan", kata Kristo.
Anggota DPRD TTU ini menambahkan bahwa harga semangka yang dihasilkan petani di desa Inbate disesuaikan dengan harga eceran tertinggi di Kota Kefamenanu. Sehingga para petani hanya selisih harga dengan operasional pengangkutan atau transportasi. Jadi petani semangka harus mendapat harga pasti dan tidak dipermainkan tengkulak. Karena itu, suplayer buah yang dibawa membeli semangka petani Inbate per kilogram sebesar Rp 7.000", ucap Kristo.
"Kami di HKTI TTU akan menjaga harga semangka sesuai HET tertinggi sehingga petani TTU merasakan hasil tani yang memuaskan. Sebagai organisasi tani, kami terus mendorong supaya setelah panen para petani terus menanam. Karena kami akan menyiapkan bibit dan alsintan yang telah dikelola oleh HKTI sehingga produksi buah semangka terus berlanjut. Kita juga mengharapkan supaya petani di Inbate juga tidak hanya semangka tetap harus dibarengi dengan berbagai macam sayuran. Karena kami akan berkoordinasi dengan Camat Bikomi Nilulat dan personil Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat", kata Kristo.
Sementara Ketua Kelompok Tani Nekmese Bineno Inbate, Nikodemus Sfunit, menyampaikan bahwa dirinya bersama para petani di Inbate mengharapkan dukungan dari HKTI supaya harga buah semangka stabil. Sehingga para petani terus mendapatkan keuntungan yang sesuai dengan standar pasar dan puji Tuhan suplayer membeli semangka petani per kilo Rp 7.000", ujar Nikodemus.
"Dengan harga yang ada, maka kami sebagai petani semangka sangat bersyukur karena sesuai apa yang selama ini kami jual di pasar. Kami sebagai petani bersyukur karena suplayer membeli semangka yang kami tanam dengan harga pasar dimana per kilo Rp 7.000. Kami juga bersyukur karena suplayer membeli semangka langsung di kebun dan sekalian membawa mobil untuk mengangkutnya", kata Nikodemus.
Ia menambahkan kelompoknya mengembangkan semangka pada lahan seluas 35 are. Dengan luas lahan yang ada pihaknya menghasilkan 1000 buah semangka. Persoalan utama yang mereka hadapi adalah tidak adanya pasokan air yang cukup sehingga mereka hanya menanam satu kali saja. Karena itu, pihaknya berharap supaya HKTI membantu mereka dengan sumur bor satu unit. Sehingga saat musim kemarau sekalipun mereka bisa tetap menanam karena ada air (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....