Bupati TTU Inginkan Kemerdekaan Harus Hadir dalam Pelayanan Publik

  • 17 Agt 2026 19:34 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Momentum Upacara 17 Agustus 2026 sebagai momen sakral bagi Indonesia tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan publik juga harus adil dengan pembangunan yang merata serta jaminan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat.

‎Hal tersebut disampaikan Bupati TTU, Falentinus Delasalle Kebo saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati TTU, pada Senin 17 Agustus 2026.

‎Menurut Bupati Falent bahwa, khusus Kabupaten TTU menjaga kemerdekaan maka harus menghadirkan negara sedekat mungkin dengan masyarakat. Karena tema besar HUT ke-81 RI pada tahun 2026 ini adalah "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.

‎Karena itu, Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan bersama generasi muda saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata dan pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Sebab tema besar ini tentunya menuntut penerjemahan mendalam", kata mantan TNI ini.

‎“Bagi kita di tanah Timor Tengah Utara, kemerdekaan tidak boleh berhenti sebatas seremonial tahunan atau romantisme sejarah semata. Kemerdekaan adalah amanat peradaban dan janji kebangsaan. Karena itu, kemerdekaan harus diwujudkan melalui pelayanan publik yang adil, pembangunan yang merata serta jaminan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat.

‎Menurut Bupati Falent bahwa Berdaulat, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjaga wilayah negara, tetapi juga memperkuat sumber daya manusia dan membangun pemerintahan yang efektif.‎ Sedangkan keadilan harus diwujudkan dengan memastikan setiap masyarakat memperoleh manfaat pembangunan dan pelayanan tanpa membedakan suku, agama maupun status sosial ekonomi.

‎Sementara kemakmuran menjadi tujuan akhir kemerdekaan Indonesia dengan menghadirkan kehidupan masyarakat yang aman, sehat, cerdas, produktif dan sejahtera.

‎“Bagi Kabupaten Timor Tengah Utara, tema ini harus diterjemahkan dalam kerja nyata. Sehingga kita bertekad membangun TTU yang semakin maju, sejahtera, berdaya saing, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkeadilan untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa,” ujar pendiri Ormas Beta Timor ini.

‎Bupati Falent juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyadari dinamika fiskal nasional yang mana menuntut efisiensi anggaran. Namun menegaskan agar jajaran pemerintah daerah agar tidak menjadikan keterbatasan fiskal sebagai alasan untuk berhenti melakukan pembangunan.

‎"Efisiensi anggaran harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola keuangan dan mendorong lahirnya inovasi. Efisiensi bukanlah alasan untuk berhenti membangun. Efisiensi tidak berarti memadamkan api inovasi, melainkan menguji ASN untuk mengelola setiap rupiah uang rakyat harus dikelola secara cermat, tepat sasaran, transparan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat", kata Bupati Falent

‎Sementara Staf Khusus Bidang Hubungan masyarakat dan Investasi, Elias Koa menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Falent-Kamilus, karena selain membangun infrastruktur publik kedua pemimpin juga mendatangkan investor untuk mengelola industri garam di wilayah pantai Utara dengan nilai investasi sebesar Rp 2 triliun.

‎Selain itu, ada pembukaan pasar perbatasan di PLBN Napan supaya menjadi gerbang ekonomi bagi warga perbatasan terlebih para pelaku UMKM dari TTU. Investasi lain di bidang peternakan sapi yang dikembangkan secara modern juga akan dikerjakan di beberapa titik di TTU (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....