GPI Dorong Literasi Digital untuk Tangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian
- 03 Agt 2026 09:13 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Perkembangan media sosial yang semakin pesat menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat. Karena itu, literasi digital dinilai penting untuk membangun penggunaan teknologi yang lebih bijak dan bertanggung jawab.
Begitu penyampaian Ketua Umum Badan Pekerja Harian Sinode Gereja Protestan Indonesia (GPI), Pendeta Dr. Ebenheiser Nuban Timo, MA, kepada RRI Atambua, Jumat, 1 Agustus 2026. "Masyarakat tidak dapat menghindari perkembangan teknologi digital, namun penggunaan media sosial harus disertai kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi."
Menurutnya, media sosial sering menjadi ruang yang rentan terhadap penyebaran informasi yang tidak terverifikasi. Masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum memberikan tanggapan terhadap informasi yang beredar di ruang digital.
"Media sosial itu hadir dengan membawa berita yang memutuskan manusia dari emosi-emosi personalitasnya. Kita jangan terbawa godaan di media sosial," ujarnya.
Ia menilai komunikasi secara langsung dan personal tetap menjadi cara terbaik untuk menyelesaikan perbedaan pandangan. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dalam menjaga hubungan sosial dan menghindari kesalahpahaman.
"Kalau kita tidak setuju, kita bangun kontak personal dan menyampaikan secara lembut serta hormat," katanya.
Ia mendorong gereja membangun program pendidikan digital yang berkelanjutan bagi warga jemaat. Melalui literasi digital, masyarakat diharapkan semakin kritis, bijak menggunakan media sosial, serta mampu menangkal hoaks dan ujaran kebencian yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....