Orang Tua Berperan Bangun Budaya Literasi Anak sejak Dini
- 30 Jul 2026 16:11 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Peran keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun budaya literasi anak sejak usia dini. Di tengah perkembangan teknologi digital, orang tua diharapkan tetap mendampingi anak dalam memanfaatkan berbagai sumber bacaan, baik melalui perpustakaan maupun media digital, sehingga kebiasaan membaca terus tumbuh di lingkungan keluarga.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Alor, Ridwan Iho, mengatakan rendahnya kunjungan masyarakat ke perpustakaan dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya kondisi geografis Kabupaten Alor yang merupakan wilayah kepulauan. Meski demikian, pemerintah terus memperluas akses literasi melalui pembangunan perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, serta pemanfaatan layanan perpustakaan digital.
"Sebenarnya di rumah juga sudah ada perpustakaan, yaitu melalui telepon genggam. Tinggal bagaimana orang tua membimbing anak menggunakan gawai untuk membaca informasi yang bermanfaat. Semua itu harus dimulai dari rumah, karena orang tua adalah fondasi utama pendidikan dan penumbuhan minat baca anak," ujar Ridwan Iho. Rabu, 29 Juli 2026.
Ridwan menambahkan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan terus mendorong pengembangan perpustakaan desa sebagai pusat belajar masyarakat. Berbagai kegiatan literasi juga dilaksanakan agar masyarakat semakin terbiasa mengunjungi perpustakaan dan memanfaatkan koleksi bacaan sebagai sumber pengetahuan.
| Baca juga: GAMKI Ajak Semua Pihak Dukung Literasi |
Sementara itu, Penulis dan Konsultan Pendidikan, E. Nong Yonson, menilai tantangan utama penguatan budaya literasi bukan hanya rendahnya kunjungan ke perpustakaan, tetapi juga belum optimalnya penataan ruang baca dan koleksi buku yang mampu menarik minat anak. Menurutnya, perpustakaan harus menjadi ruang yang nyaman dan menyenangkan agar anak terdorong untuk membaca.
"Kita tidak bisa membuat orang jatuh cinta kalau kita tidak menyiapkan sesuatu yang mampu memikat mereka. Kalau ingin menangkap kupu-kupu, jangan dikejar. Cukup buat taman bunga, maka kupu-kupu akan datang sendiri. Begitu juga perpustakaan, harus ditata semenarik mungkin agar anak-anak tertarik datang dan membaca," kata E. Nong Yonson.
Melalui kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat, budaya literasi di Kabupaten Alor diharapkan semakin kuat. Pendampingan orang tua di rumah, didukung fasilitas perpustakaan yang ramah dan menarik, diyakini mampu melahirkan generasi yang gemar membaca, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....