AI Bukan Ancaman, Kendalikan dengan Iman

  • 31 Jul 2026 07:48 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Penginjil Ev. Yarens Ouw, S.Th., menilai perkembangan Artificial Intelligence (AI) perlu dipandang melalui perspektif iman Kristen. Menurutnya, kehadiran AI telah memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga ekonomi, sehingga tidak dapat dihindari dalam kehidupan modern.

Ia menjelaskan, AI merupakan bagian dari mandat budaya yang diberikan Allah kepada manusia sebagaimana tertulis dalam Kejadian 1:28. Karena itu, orang percaya dipanggil untuk mengelola dan mengendalikan AI, bukan sebaliknya membiarkan teknologi tersebut menguasai kehidupan manusia.

"Kalau kita melihat dari perspektif iman Kristen, AI bukanlah ancaman. AI adalah anugerah Tuhan bagi kita hari ini. Sebagai orang Kristen, kita tidak menganggap AI sebagai ancaman, tetapi sebagai anugerah Tuhan yang harus kita kendalikan," kata Ev. Yarens Ouw.

Ia menambahkan, perkembangan AI yang begitu pesat tidak seharusnya menimbulkan rasa takut. Menurutnya, AI harus dimanfaatkan secara bijaksana sebagai alat yang membantu kehidupan manusia, namun tidak boleh menjadi sesuatu yang membuat manusia kehilangan kendali atau bergantung sepenuhnya pada teknologi tersebut.

"AI hanyalah alat, bukan Tuhan atas hidup kita. Kita harus mampu mengendalikan AI, bukan menghindarinya. Kita tidak boleh menjadi budak AI, tetapi tetap menjadikan Tuhan sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam hidup," ujarnya. Kamis, 30 Juli 2026.

Lebih lanjut, Yarens menegaskan bahwa AI tidak dapat disamakan dengan hikmat yang berasal dari Allah. Ia menjelaskan bahwa AI memang memiliki banyak informasi dan pengetahuan, tetapi tidak memiliki hikmat. Menurutnya, hikmat sejati hanya diperoleh melalui rasa takut akan Tuhan sebagaimana diajarkan dalam Amsal 1:7.

Ia berharap umat Kristen dapat memanfaatkan AI secara bertanggung jawab dalam pekerjaan, pendidikan, maupun pelayanan, dengan tetap menjaga integritas serta menjadikan teknologi sebagai sarana untuk memuliakan Tuhan, bukan sebagai pengganti peran Tuhan dalam kehidupan manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....