BMKG Prediksi Musim Kemarau Panjang akibat El Nino
- 15 Jul 2026 05:12 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, ATAMBUA – BMKG memprediksi bahwa puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada bulan Agustus. Seluruh lapisan masyarakat diharapkan mengambil tindakan antisipasi untuk menekan risiko kerugian besar.
Dilansir dari situs resmi BMKG, Selasa 14 Juli 2026, berdasarkan perhitungan awal Juni, fenomena El Nino diprediksi bertahan hingga awal tahun depan. Fenomena ini memberi dampak langsung bagi wilayah Indonesia sepanjang kemarau hingga Oktober mendatang.
Terdapat peluang sebesar sembilan puluh delapan persen bahwa intensitas fenomena mencapai kategori moderat. Sementara itu, peluang intensitas mencapai kategori kuat tercatat pada angka enam puluh dua persen.
Sebagai rekomendasi penting pada sektor pangan, petani harus segera menyesuaikan jadwal tanam mereka. Sangat disaran untuk memilih varietas tanaman yang terbukti hemat air dan tahan kering.
Untuk menjaga ketersedian sumber daya air, pemerintah perlu melakukan revitalisasi waduk secara menyeluruh. Selain revitalisasi waduk, perbaikan jaringan pipa bersih milik warga juga sangat diperlukan.
Pada sektor energi, pihak berwenang wajib memastikan kapasitas air bendungan tetap selalu aman. Keamanan kapasitas air bendungan tersebut bertujuan utama mendukung operasional pembangkit Listrik tenaga air.
Pada bidang Kesehatan, pemerintah diharapkan wajib menyiapkan respon cepat untuk melakukan Tindakan antisipasi. Langkah antisipasi ini sangat penting untuk mencegah masalah polusi udara yang memicu ISPA.
Kepala BMKG menegaskan bahwa lembaganya secara aktif berkomunikasi serta berkoordinasi dengan banyak pihak. Melakukan pendampingan berkelanjutan pemangku kepentingan daerah mengenai cara mitigasi iklim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....