BMKG: Alor Masuki Musim Kemarau, Masyarakat Diminta Tetap Waspada Cuaca
- 28 Jul 2026 19:42 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Memasuki semester kedua tahun ini, wilayah Kabupaten Alor secara umum telah berada pada periode musim kemarau. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai potensi hujan yang masih dapat terjadi akibat pengaruh faktor-faktor lokal.
Ahli Muda Pengamat BMKG Stasiun Mali Kabupaten Alor, Samsul Daka, menjelaskan bahwa secara regional maupun global tidak terdapat dinamika atmosfer yang memicu perubahan signifikan terhadap kondisi cuaca di Kabupaten Alor. Namun, faktor lokal seperti kelembapan udara dan kondisi topografi masih berpotensi memunculkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah.
"Secara keseluruhan saat ini Kabupaten Alor sudah memasuki musim kemarau. Dari dinamika atmosfer, baik faktor regional maupun global, tidak ada yang memicu perubahan kondisi cuaca di wilayah Alor. Namun masih ada faktor lokal seperti kelembapan udara dan topografi yang dapat memicu hujan dengan intensitas ringan di beberapa lokasi," ujar Samsul Daka. Selasa, 28 Juli 2026.
Menurutnya, kondisi musim kemarau perlu menjadi perhatian bagi para petani karena berkurangnya ketersediaan air di sejumlah wilayah. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan dapat mengelola penggunaan air secara bijak, termasuk memanfaatkan sumber air tanah sesuai kebutuhan agar aktivitas pertanian tetap berjalan selama musim kemarau berlangsung.
Selain berdampak pada sektor pertanian, BMKG juga mengingatkan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi angin timuran yang mulai terjadi. Wilayah Alor bagian timur hingga kawasan Teluk Kabola diperkirakan berpotensi mengalami angin kencang terutama pada siang hingga sore hari sehingga aktivitas melaut perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca.
"Kami mengimbau para nelayan dan petani agar terus memantau informasi cuaca dari BMKG. Masyarakat dapat mengikuti saluran WhatsApp BMKG atau menghubungi nomor hotline yang telah disediakan. Informasi juga telah diteruskan melalui nomor WhatsApp yang diberikan kepada para kepala desa sehingga masyarakat bisa memperoleh pembaruan kondisi cuaca dengan cepat," katanya.
Ia berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan layanan informasi cuaca resmi sebagai acuan dalam beraktivitas. Dengan memantau perkembangan cuaca secara berkala, risiko yang ditimbulkan akibat perubahan kondisi cuaca selama musim kemarau dapat diminimalkan, khususnya bagi nelayan dan petani yang sangat bergantung pada kondisi alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....