Bulog Kancab Atambua Gencarkan Serap GKP dan Beras Petani, Jaga Ketahanan Pangan
- 13 Jul 2026 18:44 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Perum Bulog Kantor Cabang Atambua terus mengintensifkan penyerapan beras petani lokal guna mendukung dan memperkuat ketahan pangan dalam negeri sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran dengan melalui skema penyerapan beras dan Gabah Kering Panen (GKP) dari petani lokal di Kabupaten Belu, Malaka dan Kabupaten Timor Tengah Utara.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Atambua Arlan Emthi Heo menyampaikan untuk daerah serapan dilakukan di wilayah kerja Kancab Bulog Atambua dengan wilayah penyuplai beras produktivitas tinggi adalah Ponu, Lurasik dan juga Wedomu sebagai sentra produksi pertanian di daerah perbatasan.
Ia menambahkan terkait penyerapan beras dibeli dengan harga Rp12.000 rupiah per kilogram yang diantarkan di gudang Bulog Atapupu sesuai dengan regulasi dan sosialisasi kepada masyarakat, sementara untuk Gabah Kering Panen (GKP) dibeli dengan harga Rp6.500 rupiah.
Lanjut, Arlan Emthi Heo hingga saat ini, Bulog Kancab Atambua telah menyerap beras mencapai 775 ton dengan target 950 hingga akhir tahun 2026 dan Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak sebanyak 35 ton dan jagung realisasi sebanyak 122.650 ton dari target 500.000 ton
“Kita terus mengintensifkan pengumpulan hingga akhir tahun 2026,” ucap Arlan sapaan hangat dari Kabulog Kancab Atambua di ruang kerjanya pada 13 Juli 2026.
Arlan, menambahkan Bulog Atambua terbuka bagi seluruh pemasok yang akan menjual beras ke Bulog dari pengusaha penggilingan padi namun diwajibkan mendaftar sebagai mitra resmi sehingga tidak menimbulkan persoalan serius kedepannya.
"Persyaratan administrasi yang dibutuhkan mencakup Nomor Induk Berusaha (NIB), KTP, NPWP, alamat email aktif dan buku rekening bank. Pendaftaran ini terbuka bagi petani, penggilingan padi, maupun pedagang beras eceran," ucap Arlan Emthi Heo
Arlan menambahkan beras yang diserap dari masyarakat harus memenuhi spesifikasi kualitas yang ditetapkan Badan Pangan Nasional yang diatur dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2025, tentang perubahan kedua atas Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 mengenai harga pembelian pemerintah dan rafaksi harga gabah dan beras.
Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kualitas beras yang diserahkan dikarenakan beras yang diserahkan nantinya akan didistribusikan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program pemerintah seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras CPP dan bantuan pangan serta program sosial lainnya.
Selain itu dirinya kembali, mengingatkan semua untuk selalu menjaga kualitas gabah yang diserahkan dan pihaknya secara intensif membangun kerjasama dengan para penyuluh pertanian untuk terus mengedukasi dan mendorong petani untuk menjaga hasil panen dengan baik.
Menurutnya melalui skema ini Bulog tidak hanya berfungsi sebagai penyangga stok pangan nasional, tetapi juga menjadi jembatan antara hasil panen petani lokal dan kebutuhan masyarakat secara luas, terutama di wilayah NTT yang memiliki tantangan geografis dan distribusi. (KM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....