Warga Binaan Lapas Atambua Berhasil Menjual Sebanyak Lima Ton Beras

  • 09 Jul 2026 17:08 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Beras hasil karya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua sukses menarik minat masyarakat luas, di mana sebanyak lima ton beras yang merupakan hasil keringat dan kerja keras mereka habis terjual dalam waktu singkat.

Hasil panen raya beberapa waktu lalu kini telah didistribusikan kepada masyarakat umum serta para pegawai Lapas yang ikut mengantre untuk membeli, apalagi dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp12.000 per kilogram, masyarakat sudah bisa menikmati beras baru berkwalitas premium yang pulen dan enak.

Kasubsi Kegiatan Kerja, Andra Sukbair, menyatakan rasa syukurnya atas antusiasme luar biasa dari pembeli. Menurutnya, program pembinaan kemandirian di bidang pertanian ini berjalan sangat efektif.

"Kami tidak menyangka respon pasar akan sepositif ini. Lima ton beras ludes dalam sekejap. Ini membuktikan bahwa produk yang dihasilkan oleh warga binaan memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar luar, sekaligus menjadi modal kepercayaan diri bagi mereka," ujar Andra Sukbair, Kamis 9 Juli 2026.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas), Antonio Da Costa juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan sekadar mengejar profit, melainkan memberikan bekal nyata bagi warga binaan.

"Keberhasilan penjualan ini adalah bukti nyata dari keberhasilan pembinaan di dalam Lapas. Kami ingin mengubah stigma negatif masyarakat. Di sini, mereka ditempa menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat. Uang hasil penjualan ini juga akan disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta menjadi premi (upah) bagi warga binaan yang bekerja," kata Kalapas.

Kebahagiaan ini turut dirasakan langsung oleh salah satu warga binaan yang ikut mengelola lahan pertanian tersebut. Ia mengaku bangga karena hasil kerja kerasnya selama berada di dalam Lapas bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

"Rasanya bangga sekali melihat beras yang kami tanam, rawat, dan panen sendiri laku keras dibeli warga. Ini membuat kami sadar bahwa kami masih bisa melakukan hal yang berguna. Modal keterampilan ini sangat berharga untuk kami memulai hidup baru nanti setelah bebas," ujar warga binaan.

Pada akhirnya, ludesnya beras hasil keringat warga binaan ini bukan sekadar tentang angka penjualan, melainkan tentang pengakuan atas ruang perubahan yang nyata. Harapannya, dukungan dari masyarakat dan pegawai Lapas Atambua ini menjadi pemantik semangat bagi para warga binaan untuk terus mengasah potensi diri demi masa depan yang lebih cerah dan mandiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....