Bupati Falent Apresiasi Imigrasi Atambua- BAIS TNI karena Terbitkan 50 Paspor

  • 21 Jun 2026 19:28 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Bupati TTU mengapresiasi Imigrasi Kelas II TPI Atambua dan Satgas Citarum BAIS TNI karena mendekatkan pelayanan Eazy Paspor bagi masyarakat. Apalagi TTU sebagai salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste di Distrik Oe-Cusse (Wini), kemudian Kecamatan Bikomi Utara (Napan) hingga Bikomi Nilulat (Haumeniana) sehingga banyak perlintasan dari Timor Leste ke Indonesia dan sebaliknya. Hal ini disampaikan Bupati TTU Yosep Falentinus Dellasale Kebo saat diwawancarai awak media di kantornya pada Sabtu 20 Juni 2026.

Menurut Bupati Falent bahwa, terobosan yang dilakukan Imigrasi Kelas II TPI Atambua-Satgas Citarum BAIS TNI telah menghemat banyak biaya dan waktu terutama masyarakat perbatasan yang jauh dari Kota Atambua. Sehingga pelayanan jemput bola untuk pembuatan paspor sangat membantu warga. Ini sejalan sama arahan Dirjen Imigrasi bahwa layanan keimigrasian harus sampai ke pelosok.

"Pelayanan pembuatan Eazy Paspor yang dilakukan Imigrasi Kelas II TPI Atambua di Kota Kefamenanu saat ini merupakan kali kedua dan diinisiasi oleh Satgas Citarum BAIS TNI dengan masa berlaku selama 5 tahun dan biaya Rp 350.000. Karena sebelumnya, sudah dilakukan pelayanan dengan kuota paspor mencapai 300. Jadi kita apresiasi karena pembuatan paspor saat ini diperuntukkan bagi warga yang ekonominya lemah dan tidak perlu mengeluarkan biaya perjalanan ke Atambua", ujar mantan TNI ini.

Dengan adanya pelayanan Eazy Passpor ini maka warga perbatasan seperti Desa Haumeniana Kecamatan Bikomi Nilulat tidak perlu menempuh jarak 214 Km pulang pergi hanya untuk mengurus dokumen keimigrasian itu karena terlayani di Kefamenanu. Sehingga sebagai Bupati bersama masyarakat TTU berterimakasih kepada Imigrasi Kelas II TPI Atambua dan Satgas Citarum BAIS TNI. Pemkab TTU hanya membantu menyediakan tempat tetapi hari ini sebanyak 50 paspor murah diterbitkan", ujar Pendiri Ormas Beta Timor ini.

Bupati Falent menambahkan bahwa, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kanwil Imigrasi NTT pada pekan lalu. Tujuannya adalah penyiapan Kantor, sehingga ke depan Imigrasi di TTU bisa melakukan pelayanan keimigrasian secara permanen dan masyarakat tidak perlu ke Atambua lagi tetapi hanya mengurus di TTU secara mandiri dan kontinyu.

Sementara Sekretaris PMI TTU, Vemi F. Tefa menyampaikan bahwa ia bersama staf Markas dan para relawan PMI TTU mengurus Paspor untuk mengikuti kegiatan Palang Merah di Timor Leste (Distrik Oe-Cusse). Karena sudah ada undangan lisan dari Crus Vermelha de Timor Leste (CVTL) PMI negara tersebut untuk pelatihan terkait PMI sehingga perlu ada paspor baru bisa masuk ke Oe-Cusse secara legal", ujar Vemi.

"Kegiatan pelatihan yang kami ikuti di sana terkait PMI. Karena sudah ada kerjasama antara PMI TTU dan CVTL Timor Leste, sehingga perlu diurus semua dokumen keimigrasian kami baru bisa masuk ke Oe-Cusse. Pembuatan Eazy Paspor yang dilakukan Imigrasi Kelas II TPI Atambua -Satgas Citarum BAIS TNI sangat membantu kami. Karena sebelumnya para relawan PMI berpikir untuk ke Atambua dengan jarak tempuh yang jauh dan butuh banyak biaya. Namun dengan adanya pembuatan paspor di Kota Kefamenanu itu sangat membantu dari sisi biaya perjalanan maupun makan minum", ujar Vemi (SK).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....