Yayasan Teman Laut Indonesia Dorong Ekonomi Masyarakat Pesisir Berkelanjutan

  • 24 Jun 2026 17:51 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Yayasan Teman Laut Indonesia melalui Program TFCCA (Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act) menggelar Sosialisasi Safeguards Program Penguatan Ekonomi Pesisir Berbasis Komunitas untuk mendukung upaya konservasi sumber daya laut dan penghidupan masyarakat pesisir yang berkelanjutan di Kabupaten Alor. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula KOPDIT-CHT Kalabahi, Rabu 24 Juni 2026, dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, kelompok nelayan, UMKM, Poklahsar, serta kelompok Bameti.

Program Penguatan Ekonomi Pesisir Berbasis Komunitas ini akan dilaksanakan di empat wilayah pesisir, yakni Desa Lewalu, Desa Ampera, Desa Alaang, dan Kelurahan Adang. Kegiatan dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Koordinator Safeguards Program TFCCA, Igo Arianto, mengatakan sosialisasi safeguards merupakan bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian program berjalan secara inklusif, partisipatif, transparan, aman, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat maupun lingkungan.

"Safeguards merupakan sistem perlindungan yang memastikan setiap kegiatan program dilaksanakan secara inklusif, partisipatif, transparan dan bertanggung jawab sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara adil tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun lingkungan," kata Igo Arianto.

Menurut Igo, Program TFCCA merupakan hasil peralihan utang luar negeri Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Amerika Serikat yang kemudian dialokasikan untuk mendukung berbagai program konservasi di Indonesia, khususnya pada ekosistem terumbu karang dan pemberdayaan masyarakat. Kabupaten Alor menjadi salah satu daerah penerima manfaat, dengan Yayasan Teman Laut Indonesia sebagai salah satu lembaga pelaksana program.

Ia menjelaskan, terdapat empat output utama yang menjadi fokus program, yaitu meningkatnya kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam konservasi sumber daya laut serta pengelolaan wilayah pesisir berkelanjutan, terbentuknya kelompok Bameti yang menerapkan praktik pemanfaatan pesisir yang tidak merusak, meningkatnya kapasitas kelompok nelayan, UMKM dan Poklahsar, serta tersedianya model ekonomi pesisir terintegrasi melalui koperasi berbasis mekanisme barter.

"Dokumen safeguards ini mengacu pada dua hal penting, yaitu memastikan lingkungan tidak rusak dan masyarakat mendapatkan manfaat. Kedua aspek tersebut harus berjalan seiring dalam seluruh tahapan pelaksanaan program," ujarnya.

Igo menambahkan, dalam setiap kegiatan terdapat potensi risiko sosial maupun lingkungan, seperti kesalahpahaman masyarakat terhadap materi sosialisasi, ketidakseimbangan partisipasi kelompok rentan, hingga kemungkinan terganggunya aktivitas masyarakat untuk sementara waktu. Karena itu, setiap kegiatan akan dilengkapi langkah mitigasi yang melibatkan pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat serta dinas terkait.

Sementara itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Alor, Murni Halilu, mengusulkan agar informasi mengenai program dan penerapan safeguards dapat dituangkan dalam bentuk papan informasi yang ditempatkan di lokasi kegiatan sehingga mudah diakses masyarakat.

"Kami berharap ada papan informasi yang memuat tujuan, kegiatan dan mekanisme safeguards sehingga masyarakat dapat mengetahui secara terbuka perkembangan program dan ikut mengawasi pelaksanaannya," ucapnya.

Dukungan juga datang dari Kepala Desa Ampera, Mustafa Moka. Ia berharap pelaksanaan program terus mengedepankan keterlibatan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah pesisir. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada lembaga pelaksana, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga sumber daya laut dan mendukung berbagai kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

"Kami berharap masyarakat pesisir dapat dilibatkan secara aktif sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program, sehingga manfaat yang dihasilkan benar-benar dirasakan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," kata Mustafa.

Program Penguatan Ekonomi Pesisir Berbasis Komunitas ini dijadwalkan berlangsung mulai Mei 2026 hingga Agustus 2027. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan lembaga pelaksana, program tersebut diharapkan mampu memperkuat konservasi sumber daya laut sekaligus membangun ketahanan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Alor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....