Yayasan Teman Laut Indonesia Dorong Kesadaran Konservasi Laut di Alor
- 15 Jun 2026 14:30 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Sebanyak 66 warga Desa Alaang, Kecamatan Alor Barat Laut, mengikuti sosialisasi konservasi sumber daya laut dan perikanan ramah lingkungan yang digelar Yayasan Teman Laut Indonesia (TSI) bersama UPTD Pengelola Taman Perairan Kepulauan Alor dan Laut Sekitarnya di Aula Kantor Desa Alaang, Kamis 11 Juni 2026
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penguatan ekonomi pesisir berbasis komunitas yang didukung Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA). Melalui program ini, masyarakat pesisir didorong untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut serta menerapkan praktik perikanan yang berkelanjutan guna mendukung keberlangsungan sumber daya laut dan kesejahteraan masyarakat.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari nelayan, petani, pedagang ikan, perempuan bameti, pemuda, tokoh agama, guru, tenaga kesehatan, pelaku usaha hingga aparat desa. Keterlibatan berbagai kelompok tersebut menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap keberlanjutan sumber daya laut yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga.
Dalam kegiatan itu, perwakilan UPTD Pengelola Taman Perairan Kepulauan Alor dan Laut Sekitarnya memaparkan materi mengenai pengelolaan kawasan konservasi, perlindungan spesies laut, serta pentingnya menghindari penggunaan alat tangkap yang dapat merusak ekosistem.
Selain itu, Women Development Coordinator TSI, Laraswati Clarita Ola, mengajak peserta melihat kembali perubahan kondisi pesisir dan laut yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Diskusi difokuskan pada kondisi terumbu karang, hasil tangkapan ikan, serta berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut.
Peserta juga diperkenalkan pada berbagai praktik perikanan ramah lingkungan yang dapat diterapkan dalam aktivitas penangkapan sehari-hari. Pendekatan tersebut dinilai mampu menjaga keseimbangan ekosistem laut tanpa mengurangi manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat pesisir.
Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan dari peserta. Berkurangnya hasil tangkapan ikan dan perubahan kondisi habitat laut menjadi isu yang paling banyak disoroti dalam forum tersebut.
Salah seorang peserta dari Kelompok Perempuan Bameti, Penina Oill, menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Desa Alaang yang sehari-hari bergantung pada laut. Menurutnya, pemahaman mengenai pentingnya konservasi perlu terus ditingkatkan agar sumber daya laut tetap terjaga.
“Sebagai masyarakat di Desa Alaang ini, kami berhadapan langsung dengan laut dan keseharian hidup kami hampir setiap hari ada di laut. Karena itu apa yang disampaikan hari ini sangat penting bagi kami agar dapat lebih menjaga dan melindungi laut kami dari aktivitas yang merusak,” ujar Penina.
Sementara itu, Camat Alor Barat Laut, Dael Alelang, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi konservasi menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga sumber daya laut secara berkelanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Thresher Shark Indonesia yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Alaang untuk menjaga laut Alor. Selanjutnya ini menjadi tugas kita bersama, khususnya pemerintah desa, kecamatan dan seluruh masyarakat untuk turut menjaga alam laut kita,” kata Dael.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami pentingnya konservasi laut, tetapi juga mampu menerapkan praktik perikanan yang ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kelestarian sumber daya laut di Desa Alaang dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....