Empat Hari jelang Pelaksanaan Festival Fulan Fehan Persiapan Penari Capai 90%
- 23 Jun 2026 16:51 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Proses latihan ribuan penari menjelang pelaksanaan Festival Fulan Fehan 2026 terus dimatangkan. Keseragaman gerakan dan penguasaan koreografi menjadi fokus utama dalam setiap sesi latihan guna memastikan penampilan terbaik pada festival budaya terbesar di Kabupaten Belu tersebut.
Pantauan rri.co.id Selasa 23 Juli 2026, di Zona Tiga, Lapangan Umum Simpang Lima Atambua, menunjukkan para penari yang membawakan Tari Likurai Bidu Kikit dan Antama menjalani latihan secara intensif sejak pagi hingga siang hari. Seiring berjalannya latihan, keseragaman gerakan para penari mulai terlihat, menandakan kesiapan yang semakin matang menjelang empat hari puncak pelaksanaan festival 27 Juni 2026.
Koreografer Festival Fulan Fehan 2026, Eko Supendi, mengatakan tema yang diangkat tahun ini adalah "Tarian Persahabatan". Melalui tema tersebut, festival akan menampilkan perpaduan musik tradisional dengan tarian dan koreografi yang dirancang selaras dengan potensi budaya daerah Belu, khususnya Tari Likurai yang menjadi salah satu identitas budaya masyarakat setempat.
Menurut Eko, konsep pertunjukan tahun ini dirancang untuk menampilkan kekayaan seni budaya Belu melalui harmonisasi gerakan tari dan iringan musik tradisional yang dikemas secara menarik. Dengan demikian, para penonton tidak hanya menikmati pertunjukan seni, tetapi juga dapat memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
"Jadi untuk persiapan seluruh penari yang terbagi dalam empat zona latihan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Tahap berikutnya adalah menyatukan seluruh penari dalam gladi gabungan yang akan dilaksanakan di Padang Rumput Fulan Fehan, lokasi utama penyelenggaraan festival,"Katanya

Ia berharap seluruh penari tetap fokus menghafal setiap gerakan dan mampu menjiwai tarian yang dibawakan sehingga pesan budaya yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat maupun wisatawan yang hadir.
Lebih lanjut, Eko menilai Festival Fulan Fehan merupakan wadah penting bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan terlibat langsung dalam pelestarian budaya daerah. Keterlibatan ribuan penari muda dalam festival ini menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki daya tarik yang kuat di kalangan generasi penerus.
Karena itu, ia berharap pemerintah terus mendukung dan melaksanakan Festival Fulan Fehan secara berkelanjutan mengingat Kabupaten Belu memiliki kekayaan budaya yang sangat indah dan berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya berskala nasional maupun internasional.

Eko juga mengaku bangga karena kembali dipercaya menjadi koreografer dalam Festival Fulan Fehan yang keempat. Dengan pengalaman yang telah dimiliki dari penyelenggaraan sebelumnya, ia optimistis Festival Fulan Fehan 2026 akan berlangsung lebih meriah, atraktif, dan mampu memberikan kesan mendalam bagi seluruh pengunjung.
"Saya berharap melalui Festival Fulan Fehan, budaya Belu tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin dikenal luas sebagai salah satu kekayaan budaya unggulan di Nusa Tenggara Timur Bahkan di Nasional dan Internasional,"Ujarnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....