Undip Semarang Dorong Riset Air Laut Dingin Alor Dikembangkan Berkelanjutan
- 16 Sep 2026 06:45 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mendorong pengembangan riset dan inovasi terkait fenomena air laut dingin di Desa Alor Kecil, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pariwisata dan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Rektor III Undip Semarang, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, mengatakan riset fenomena air laut dingin dilakukan tim peneliti Undip yang mendapat mandat melalui LPDP dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Penelitian tersebut telah menghasilkan kemampuan untuk memprediksi kemunculan fenomena air laut dingin di perairan Alor.
Menurut Adian, salah satu peneliti dalam tim tersebut adalah Prof. Anin yang merupakan profesor di bidang oseanografi. Hasil penelitian tim memungkinkan waktu kemunculan fenomena air laut dingin diprediksi lebih akurat. Fenomena tersebut kemudian muncul di perairan Alor Kecil sekitar pukul 23.40 dan menjadi bagian dari rangkaian Festival Aladin 2026 yang berlangsung dari tanggal 12 hingga 14 September 2026.
“Ini luar biasa. Beliau bersama tim mendapatkan mandat dari LPDP, dari Kementerian Pendidikan Tinggi untuk mengadakan riset terkait fenomena air laut dingin. Hasil penelitian beliau alhamdulillah mampu memprediksi kapan air laut dingin ini akan terjadi. Tadi malam tepat pukul 23.40 air laut dingin muncul, dan ini akan berlangsung selama tiga hari untuk kita rayakan bersama dalam festival,” ujar Adian.
Adian menegaskan Festival Aladin tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk mensyukuri kekayaan alam sekaligus memperkenalkan potensi sumber daya laut Kabupaten Alor. Menurutnya, fenomena Aladin bahkan mulai dikenal wisatawan yang berkunjung ke Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu daya tarik wisata di Alor.
Ia menilai meningkatnya perhatian wisatawan terhadap fenomena tersebut harus diikuti dengan kesiapan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menyambut kedatangan wisatawan, tanpa mengesampingkan adat, budaya, dan kelestarian lingkungan. Pengembangan pariwisata, kata dia, harus tetap mempertahankan karakter dan budaya lokal masyarakat Alor.
“Harapan ke depan, kolaborasi Undip dengan Pemerintah Kabupaten Alor dan Universitas Tribuana sebagai tim partner kami dalam riset tetap berjalan. Tidak hanya menjadi festival tahunan, tetapi kami berharap bisa melahirkan riset, inovasi penelitian, produk unggulan, dan utamanya peluang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Adian.
Adian mengatakan potensi lokal Alor perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Pengembangan tersebut harus dilakukan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan serta prinsip keberlanjutan agar potensi alam dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Selain pengembangan riset, Undip juga memberikan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia asal Alor. Adian menyebut salah satu mahasiswa asal Alor yang kini menempuh pendidikan di Undip sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang diharapkan dapat kembali memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia berharap kolaborasi yang terbangun melalui Festival Aladin dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai inovasi yang mampu memperkuat posisi Alor sebagai destinasi wisata berbasis riset dan kekayaan alam. Sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar fenomena air laut dingin tidak hanya menjadi daya tarik sesaat, tetapi berkembang menjadi potensi pariwisata dan ekonomi yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....