Tutup Roadshow KPK Bupati TTU Ajak ASN dan Masyarakat Budayakan Anti Korupsi

  • 26 Jul 2026 19:21 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, resmi menutup rangkaian Roadshow Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Kabupaten TTU. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 23-25 Juli 2026, itu ditutup di halaman Kantor Bupati TTU pada, Sabtu 25 Juli 2026. Penutupan roadshow JNBA dirangkai dengan pawai keliling Kota Kefamenanu yang diikuti seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten TTU bersama para peserta kegiatan

‎Pada kesempatan itu, Bupati Falent secara pribadi, Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat TTU menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada Komisi Pemberantasan Korupsi RI beserta Tim JNBA yang telah menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, inspiratif, dan partisipatif selama berada di Kabupaten TTU.

‎"Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia beserta seluruh Tim JNBA yang telah menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, inspiratif, dan partisipatif selama berada di TTU ini," ujar mantan TNI ini.

‎Dikatakan Bupati Falent bahwa, selama pelaksanaan roadshow JNBA, PNS, pengurus partai politik, organisasi pemuda, berbagai komunitas masyarakat memperoleh pelajaran berharga mengenai pentingnya integritas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Jadi upaya mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja, sekolah, desa, hingga setiap keputusan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari.

‎Lebih jauh Bupati Falent mengingatkan semua jajaran OPD maupun masyarakat bahwa korupsi tidak selalu terjadi dalam bentuk penyalahgunaan anggaran dalam jumlah besar. Tetapi, korupsi sering berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil, seperti mengabaikan aturan, menyalahgunakan kewenangan, menerima gratifikasi, maupun membiarkan ketidakjujuran terjadi di sekitar kita.

‎"Karena itu, seluruh Kepala Dinas, Camat, hingga Kepala Desa maupun Kepala sekolah serta masyarakat harus mulai membangun budaya antikorupsi dengan membiasakan melakukan hal yang benar. Biasakan yang benar, jangan benarkan yang biasa. Pesan ini tidak boleh berhenti sebagai slogan selama pelaksanaan Roadshow JNBA, tetapi menjadi budaya yang hidup dalam pelayanan publik, dunia pendidikan, pemerintahan, dunia usaha, hingga kehidupan keluarga", ujar Pendiri Ormas Beta Timor ini.

‎Sekali lagi, seluruh ASN penyelenggara pemerintahan, kepala desa, tenaga pendidik, pelajar, mahasiswa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, insan pers, serta seluruh masyarakat Kabupaten TTU harus menjadi agen perubahan dengan menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan keberanian menolak segala bentuk penyimpangan", ujar Bupati Falent tegas.

‎Sebagai Bupati TTU bersama pak Kamilus kami berkomitmen untuk menindaklanjuti semangat yang dibangun melalui Roadshow JNBA dengan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat sistem pengawasan, serta membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah.

‎"Sebab tidak ada pemerintahan yang bersih tanpa ASN yang berintegritas. Tidak ada pembangunan yang berkelanjutan tanpa kejujuran, dan tidak ada masa depan yang lebih baik tanpa keberanian untuk mengatakan benar terhadap yang benar dan salah terhadap yang salah," kata Bupati Falent tegas.

‎Ia juga berharap sinergi dengan KPK RI terus berlanjut dalam mewujudkan pemerintahan Kabupaten TTU yang bersih, ASN yang berintegritas, masyarakat yang berani dan jujur serta Indonesia yang bebas dari korupsi. Semoga semangat integritas yang telah kita bangun bersama terus tumbuh dan menjadi budaya dalam kehidupan kita sehari-hari," ujar Bupati Falent (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....