Pemkab TTU Hibahkan Dua Unit Gedung Pasar ke Imigrasi Atambua

  • 16 Jun 2026 11:10 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, menghibahkan dua unit gedung pasar yang tidak terpakai di Desa Haumeniana, Kecamatan Bikomi Nilulat ke Imigrasi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua. Karena selama ini, pelayanan perlintasan tradisional di kantor Pos Imigrasi Haumeniana hanya memakai bekas kontainer. Hal ini disampaikan oleh Bupati TTU Yosep Falentinus Dellasale Kebo, saat diwawancarai RRI.CO.ID pada aksi lanjutan penanaman pohon bambu di sepanjang bantaran kali Tauf pada Senin 15 Juni 2026.

Menurut Bupati Falent bahwa, Kantor Pos Imigrasi (PLBT) hendak dioperasikan. Karena itu, Pemkab TTU dan Imigrasi mengunjungi Desa Haumeniana dan ternyata kantor tersebut tidak layak. Karena selama ini melakukan pelayanan keimigrasian "Perlintasan Tradisional) menggunakan kontainer bekas", ujar Bupati Falent

"Untuk itu Pemkab TTU, hibahkan 2 unit bangunan pasar yang selama ini tidak terpakai di Haumeniana. Kedua gedung pasar tersebut juga berdempetan dengan kantor pos Beacukai sehingga ke depan bisa digunakan untuk pelayanan keimigrasian dan tidak lagi memakai kontainer bekas seperti selama ini", ujar mantan TNI ini.

Langkah Pemkab TTU ini sebagai solusi bagi kantor pos PLBTdan tidak ada gedung pasar menganggur. Selain itu, ke depan kemungkinan besar kantor pos Imigrasi Haumeniana akan ditingkatkan menjadi PLBN mini sehingga perlu dipersiapkan segala sesuatunya dari sekarang", kata Pendiri Ormas Beta Timor ini.

Terkait hibah tersebut, Bupati Falent menyampaikan bahwa Pemkab TTU lagi menghitung karena kedua gedung tersebut juga terancam longsor. Sehingga lokasi gedung tersebut perlu diturap baru dihibahkan ke Imigrasi Atambua. Sedangkan terkait perehapan dan perawatan gedung pasar yang terbengkalai di Haumeniana menjadi tanggungannya Imigrasi.

Ia menambahkan bahwa hubungan antara masyarakat Indonesia yang berada di Desa Haumeniana Kecamatan Bikomi Nilulat dan masyarakat dari negara tetangga Timor Leste khususnya Distrik Oe-Cusse Pasabe itu sangat baik. Sehingga setiap akhir pekan (Sabtu) warga Timor Leste sering keluar ke Haumeniana untuk berbelanja di hari pasar. Bahkan masyarakat Haumeniana juga sangat menjaga hubungan baik dengan Pos UPF sehingga perlintasan tradisional berjalan lancar", ujar Bupati Falent.

Sementara warga Desa Haumeniana yakni, Gusti Asuat mengapresiasi kebijakan yang diambil Pemkab TTU hibahkan 2 unit gedung pasar yang tidak terpakai ke Imigrasi Kelas II TPI Atambua sehingga memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan saat melakukan perlintasan tradisional. Karena pasca referendum, banyak terjadi kawin-mawin antara warga Indonesia dan Timor Leste di perbatasan sehingga setiap kali kalau ada hajatan pasti terjadi perlintasan secara tradisional di Haumeniana.

"Dengan adanya hibah gedung gedung pasar tersebut, Pemkab TTU mendukung perbatasan. Sebab walaupun perlintasan di Haumeniana masih bersifat tradisional, tetapi itu pintu masuk atau keluar TTU bagi kedua warga negara yang berbatasan dan memiliki hubungan kekeluargaan yang perlu diperhatikan", ujar Gusti (SK).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....