Cegah Pengangguran Terbuka, Dinas Nakertrans TTU-BPVP Lombok Timur Latih 64 orang

  • 28 Jul 2026 14:02 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Untuk mendukung pemuda-pemudi TTU memasuki dunia kerja dan menekan angka pengangguran terbuka maka Pemkab TTU dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur membekali mereka dengan pelatihan keterampilan yang berbasis kompetensi (PBK). Pelatihan tersebut terjadi berkat kolaborasi antara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan BPVP sehingga pelatihan meliputi keterampilan menjahit, Tata Boga (aneka jenis kue) dan Komputer.

‎Kepala Dinas Nakertrans TTU, Drs. Joseph Kuabib pada kesempatan itu mengatakan pemuda-pemudi yang mengikuti pelatihan PBK berjumlah 64 orang yang lolos seleksi dari 24 Kecamatan di seluruh TTU. Pelatihan keterampilan itu, akan berlangsung selama satu bulan terhitung sejak Selasa tanggal 28 Juli hingga 28 Agustus 2026.

‎Menurut Josep bahwa, langkah yang diambil pihaknya adalah untuk menekan pengangguran terbuka di TTU sehingga pihaknya membekali mereka dengan keterampilan sesuai minat yang disukai para pemuda seperti tata boga, menjahit dan komputer. Sehingga para pemuda ini tidak menunggu ijazah tinggi, yang penting mempunyai skill yang dibutuhkan pasar atau dunia kerja.

‎"Saat ini di dalam Kota Kefamenanu saja setiap hari begitu banyak orang mengkonsumsi bermacam- macam aneka kue tetapi pangsa pasar tersebut dikuasai segelintir orang. Karena para pemuda belum melihat hal itu sebagai peluang usaha bahkan gengsi untuk berjualan kue", kata mantan Asisten I ini.

‎Menurut Joseph bahwa, pelatihan PBK bagi pemuda TTU tersebut biayanya ditanggung sepenuhnya oleh (BPVP) Lombok Timur. Para pemuda yang mengikuti pelatihan telah siap, karena kebutuhan tenaga kerja di dunia industri atau berusaha mandiri saat ini memerlukan tenaga yang memiliki keterampilan. Karena era sekarang yang dibutuhkan bukan hanya semangat kerja tetapi pekerja harus terampil dan untuk mewujudkan itu hanya melalui pelatihan.

‎"Karena itu, BLK TTU saat ini sedang melakukan pelatihan berbasis kompetensi (PBK) yang terbagi dalam tiga kelas. Sehingga para pemuda TTU yang berjumlah 64 orang akan terbagi supaya mengikuti pelatihan pembuatan roti dan kue, pelatihan menjahit dan pelatihan komputer. Karena saat ini, pangsa pasar aneka macam kue itu sangat bagus dan setiap hari banyak orang membeli kue dan para penjual kewalahan melayani. Tidak hanya itu, untuk menjahit juga pasarnya besar tetapi penjahitnya kurang sehingga butuh pelatihan untuk menambah penjahit dan membuka usaha mandiri. Sektor Komputer juga sangat penting karena saat banyak pekerjaan berbasis aplikasi", ujar Yosep.

‎Karena itu, ia selaku Kadis Nakertrans TTU berterima kasih kepada (BPVP) Lombok Timur yang telah mendukung Pemkab TTU sehingga bisa melakukan pelatihan berbasis kompetensi kepada 64 orang pemuda-pemudi TTU untuk memasuki dunia kerja. Ia juga berterimakasih kepada instruktur aneka kue dan roti dari Kupang serta instruktur penjahit Mawar yang berlokasi di depan RSUD Kefamenanu yang meluangkan waktu berbagi ilmu dengan para pemuda TTU. Joseph juga meminta kepada 64 orang pemuda supaya serius mengikuti pelatihan keterampilan sehingga ke depan bisa mandiri atau bekerja pada industri yang membutuhkan mereka," kata Joseph (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....