Seminar CMF Distrik kefamenanu Perkuat Ketahanan Keluarga Katolik
- 09 Jun 2026 20:14 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Catholic Family Ministry (CFM) Distrik Kefamenanu dibawah pimpinan Greg Alisiono mengadakan Seminar Sehari yang di bawakan oleh nara sumber tunggal Pastor Doktor Fridz Meko,SVD, Sabtu 6 Juni 2026. Bertempat di Hotel Ariesta Kefamenanu TTU NTT.
Ketua CFM Distrik Kefamenanu Greg Alisiono dalam sambutan awalnya mengatakan Seminar Sehari yang diadakan oleh CFM Distrik Kefamenanu, yang diinisiasi oleh Sius Lopes dengan pemateri handal Pastor Doktor Fridz Meko,SVD semuanya karena bimbingan dan karya Roh Kudus.
"Rekoleksi dengan tema besar tentang keluarga, mau mengajak kita sekalian umat Katolik pada umumnya dan anggota CFM pada khususnya untuk berhenti sejenak dari rutinitas untuk hening, mendengarkan suara Tuhan dan melakukan dalam hidup setiap hari," kata pemilik Central Mart dan Bangunan Kefamenanu, Senin 8 Juni 2026.
Lebih lanjut Ketua CFM Distrik Kefamenanu Greg Alisiono mengatakan Adapun tujuan dari Seminar ini agar keluarga Katolik memahami makna panggilan hidup perkawinan serta memahami warna hidup keluarga di zaman modern dan tangan-tangannya
dan memahami porienrasi pendidikan anak dalam zaman modern dan lebih dari itu agar Keluarga-keluarga Katolik bertumbuh iman di tengah kehidupan modern yang sangat kompleks.
Pastor DR Fridz Meko,SVD dalam pemaparan materinya yang sangat menarik, penuh canda namun sangat berbobot seputar Panggilan Hidup Keluarga menurut Kitab Suci serta Peluang dan tantangan hidup keluarga di Era Globalisasi, berlandaskan Kitab Suci Deuterokanonik, dokumen-dokumen Gereja dan realita hidup yang terjadi di era masa kini.
Dalam sesi pertama Pater Fridz Meko memaparkan tema Keluarga tempat dimana hatiku berada," Keluarga adalah suatu ziarah menuju kawasan riskan karena yang berziarah adalah dua orang yang memiliki latar belakang yang berbeda dalam banyak hal," ungkap Pater Fridz Meko.
Lebih lanjut Pater Fridz menjelaskan bahwa arti keluarga dalam keseharian hidup merupakan tempat bersandar yang paling nyaman,di kala kita mengalami kegalauan, lelah, hilang orientasi, bingung dengan arah dan tujuan hidup, disaat seperti ini maka Keluarga tempat bersandar yang paling nyaman Keluarga adalah tempat dimana hatiku selalu berada.
Selain itu keluarga pun merupakan motivator terbaik dikala kita kecewa,tersakiti, gagal, kita kembali kepada keluarga untuk memberikan jalan keluar untuk mengatasinya.
Disamping itu keluarga pun merupakan Harta yang paling berharga dimana segala sesuatu yang kita alami dalam hidup, keluarga lah yang selalu berada disamping kita, mendukung, mencintai dan menghargai kita seutuhnya. Dan keluarga sebagai Ecclesia domestika dimana anggota keluarga bersama membentuk persekutuan sebagai gereja mini, altori dimana mereka sama-sama berdoa, baca kitab suci dan merenungkannya. Semua keluarga tentunya menginginkan kehidupan keluarga yang bahagia.
Untuk itu Pater Fridz Meko, memberikan tips-tips untuk mencapai kebahagiaan keluarga:
yang pertama sadar akan kandungan seorang ibu dan cucuran keringat seorang Bapak. Kedua terdapat cinta dan pengorbanan. Ketiga berakar dalam iman akan Tuhan. Keempat saling setia Kelima punya anak-anak yang berbakti kepada orang tua.
Dalam sesi kedua Pastor Fridz Meko Alumnus Seminari Lalian Keuskupan Atambua ini memaparkan tentang Kehidupan Keluarga dalam gelendingan globalisasi, "Globalisasi adalah proses persesuaian Internasional yang menyebabkan adanya pertukaran produk, pemikiran dan kebudayaan. Contohnya produk asing banyak beredar, pergantian tenaga manusia dengan robot, meningkatnya penggunaan smartphone dan persebaran informasi menjadi lebih cepat," ungkap Pastor Fridz.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Dengan adanya globalisasi memberikan dampak bagi kehidupan Keluarga Kristiani baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positifnya adalah menawarkan kehidupan yang lebih baik dalam keluarga, memberikan daya tarik bagi penghayatan iman dalam keluarga, perkembangan sarana komunikasi dalam keluarga, mengembangkan iman dalam keluarga.
Sedangkan dampaknya negatif adalah terjadinya hedonisme dalam keluarga seperti free sex, penyalahgunaan narkoba, tercipta individualisme dalam keluarga, munculnya keluarga elektronik, kesetiaan suami istri mulai longgar, kepatuhan anak-anak terhadap orang tua mulai longgar, lebih mementingkan uang, suka yang enak-enak saja, kerakusan yang meluap-luap dan politik yang amburadul.
Adapun tips-tips yang diberikan Pastor Fridz Meko bagi keluarga Kristiani untuk mengahadapi tantangan di era globalisasi adalah berakar dalam iman, saling jujur dan terbuka, saling berkomunikasi dengan baik,bijak dalam mengatasi persoalan-persoalan. Saling menerima kelebihan dan kekurangan, saling beriperhatian, ciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga.
"Etika, moral dan spiritual harus trus ditempa untuk menjadi tameng atau senjata agar mampu dan kuat dalam mengahadapi gelendingan globalisasi yang cenderung mendikte kehidupan manusia modern," ujar Pastor Fridz Meko,SVD. Diakhir Pastor Fridz memberikan closing statementnya bahwasannya Tuhan tidak menjanjikan lautan yang teduh tetapi pelabuhan yang aman bagi setiap orang yang bersandar kepada-NYA.
Seminar sehari ini ditutup dengan misa Kudus yang dipimpin oleh moderator CFM Keuskupan Atambua Romo Kristo Oki,Pr, didampingi Romo Obed dan Pastor Fridz Meko,SVD.
Sementara Ketua Panitia seminar Stef Nautu menginformasikan bahwa dari target peserta cuma 100 orang tapi yang hadir 124 orang melebihi target, ini berarti animo umat Katolik untuk mendapatkan pencerahan sangat tinggi.
"Harapan saya sebagai ketua panitia, semoga dengan adanya seminar keluarga ini, dapat memberikan kekuatan dan semangat yang baru bagi umat Katolik yang mengikutinya dan menjalankannya dalam kehidupan setiap hari dan tetap bersandar pada Tuhan sebagai satu-satunya sumber kekuatan kita," ucap Stefanus Nautu,S.Sos. (SK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....