Menjelang Penerbangan Perdana Progres Bandara Sasi 80 Persen

  • 10 Apr 2026 14:48 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu-Tim dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang dipimpin oleh Inspektur Bandar Udara, Agung Wibowo melakukan pengukuran menyeluruh terhadap panjang landasan pacu Bandara Jeck Ukat Sasi, sebagai bandara perintis yang berstatus khusus. Pengukuran dilakukan bersama Wakil Bupati TTU Kamilus Elu dan OPD terkait pada Kamis 9 April 2026.

Dalam kunjungan hari kedua, tim melakukan pengukuran ulang terhadap panjang landasan pacu (runway). Berdasarkan pengukuran itu, diketahui bahwa panjang landasan Bandara Jack Ukat Sasi diketahui mencapai 775 meter.

Agung Wibowo, selaku Inspektur Bandar Udara Ahli Muda, mengatakan bahwa kunjungan yang dilakukannya bersama timnya bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan sistem bandara sebelum dapat digunakan untuk penerbangan yang direncanakan pada 16 April mendatang", ujar Agung.

“Hari ini kita melihat kondisi sistem bandara, apa saja yang harus dipenuhi agar bisa dilakukan penerbangan. Secara struktural, pengerasan landasan sudah cukup bagus. Namun masih ada beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti seperti pelebaran landasan sepanjang 5 meter bagi sisi kiri-kanan, penambahan pagar dan sosialisasi kepada masyarakat supaya bertanggung jawab terhadap keamanan penerbangan dengan tidak mengikat ternak pada area bandara,” ujar Agung.

Dari catatan yang kami temukan, dalam kunjungan ini akan dituangkan dalam berita acara untuk segera ditindaklanjuti Pemda TTU demi menjamin keselamatan penerbangan. Ada beberapa hal yang akan kita tuangkan dalam berita acara untuk ditindaklanjuti agar penerbangan dapat berjalan aman. Yang pasti, progres saat ini menunjukkan arah yang positif. Prinsipnya kita optimis, ini on progress. Selanjutnya akan ditindaklanjuti baik dari sisi fisik lapangan maupun administrasi,” ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati TTU Kamilus Elu menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan bandara tersebut. Dalam waktu dekat Pemda TTU akan melakukan pembersihan area landasan, merapikan batu-batu, serta membangun pagar untuk menjaga fasilitas agar tidak rusak akibat aktivitas masyarakat di sepanjang area bandara

“Kita akan merapikan area, membersihkan, dan membuat pagar supaya tidak dirusak oleh masyarakat yang melintas. Selain itu, Pemda TTU juga akan berkoordinasi dengan masyarakat pemilik kebun di sekitar lokasi agar semuanya bisa ditata dengan baik," ujar mantan staf Ahok ini.

Karena berdasarkan hasil penilaian sementara dari tim Kementerian Perhubungan, kesiapan lokasi bandara Jack Ukat Sasi telah mencapai sekitar 80 persen dari persyaratan yang ditentukan. Ini proses yang sedang berjalan dan kita optimis bandara ini bisa segera beroperasi. Harapan kita, semua disiapkan sesuai standar kementerian agar bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” kata Kamilus.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran bandara perintis ini, mengingat posisi strategis TTU sebagai daerah yang berbatasan dengan negara tetangga Timor Leste (Distrik Oe-Cusse) dan memiliki dua Pos Lintas Batas Negara yakni PLBN Napan dan Wini yang tentunya membutuhkan moda transportasi udara.

Untuk diketahui tim Ditjen Perhubungan Udara yang hadir dalam kunjungan tersebut terdiri dari: Boris Hidro Kurniawan, S.T. (Inspektur Bandar Udara Ahli Pertama) Septian Tri Pradita Maulana Putra, A.Mdt (Pengawas Penerbangan) Maria Maharani Gloria Nusantara, S.T. (Pengevaluasi Penerbangan). Sedangkan dari Pemda TTU yakni, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, serta perwakilan dari Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....