Bandara Sasi Kefamenanu Dipastikan Beroperasi Perdana 16 April

  • 08 Apr 2026 16:50 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Keseriusan Bupati-Wakil Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo dan Kamilus Elu untuk menghidupkan kembali Bandara Sasi, Kota Kefamenanu akhirnya menemui titik terang. Karena itu, Bandara Sasi akan mulai melakukan penerbangan perdana pada tanggal 16 April mendatang. Hal ini dipastikan oleh Agung Wibowo, selaku Inspektur Bandar Udara Kementerian Perhubungan RI saat bersama rombongan dan wakil Bupati TTU, mengunjungi bandara tersebut pada Rabu 8 April 2026.

Menurut Agung bahwa, dari segi kelayakan Bandara Sasi masih perlu perlu pembenahan seperti pelebaran landasan pacu. Karena saat ini lebar landasan baru 10 meter sehingga perlu penambahan 5 meter untuk sisi kiri-kanan. Selain itu, perlu pemagaran sehingga tidak ada ternak sapi milik masyarakat lalu lalang di dalam landasan pacu bandara maupun keseluruhan area bandara.

"Tetapi kami dari Kementerian Perhubungan RI mendukung Pemda TTU untuk menghidupkan kembali Bandara Sasi. Sehingga berbagai kekurangan yang ada perlu ada pembenahan seperti opstacle bandara. Hal ini mencakup buatan manusia seperti (gedung dan menara,) atau alami (pohon, perbukitan) yang berada di area operasional bandara harus dibersihkan sehingga tidak mengganggu keselamatan lepas landas dan pendaratan pesawat", kata Agung.

Lanjutnya bahwa batu-batu besar yang berada dalam landasan pacu bandara Sasi perlu disingkirkan supaya tidak menggangu roda pesawat. Selain itu, perlu adanya pemadatan landasan pacu bandara Sasi menggunakan kontainer yang beratnya mencapai 10 ton. Sehingga landasan pacu bandara tersebut benar-benar siap untuk beroperasi sesuai dengan ketentuan dan pengelola bandara Sasi", kata Agung.

Sementara Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu yang ikut mendampingi tim dari Inspektur Bandar Udara Kementerian Perhubungan RI menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan perbaikan terhadap landasan pacu bandara Sasi pada Jumat. Perbaikan itu nantinya meliputi pembersihan batu-batu yang ada di landasan dan menghimbau masyarakat supaya ternak mereka tidak boleh diikat dalam bandara.

"Pemda TTU tentunya mau menyiapkan infrastruktur pendukung lengkap bagi Bandara Sasi. Supaya pesawat tidak hanya terbang sekali lalu menghilang, melainkan penerbangan pesawat di TTU harus berusia panjang hingga anak cucu ke depan. Pemda TTU menyiapkan infrastruktur yang baik supaya ada jaminan keselamatan bagi masyarakat yang bepergian dan nyaman bagi pesawat serta pilot", ujar Wakil Bupati Kamilus.

Wakil Bupati Kamilus juga mengucapkan terima kasih banyak untuk Inspektur Bandar Udara Kementerian Perhubungan RI Agung Wibowo dan tim yang bersedia melihat langsung kondisi bandara Sasi. Sebab TTU sebagai daerah yang berbatasan dengan negara Timor Leste (Distrik Oe-Cusse) maka perlu ada kemajuan dari sisi transportasi.

"Keberadaan Bandara Sasi juga ada kaitannya dengan pertahanan dan keamanan negara di daratan Timor sehingga sangat diperlukan. Apalagi TTU terdapat kesatuan TNI seperti Kodim 1618, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 877/Biinmafo, Satgas Pamtas RI-RDTL sektor Barat dan rencana ke depan akan ada pembangunan Korem, sehingga sarana transportasi udara sangat dibutuhkan oleh TTU", kata mantan staf Ahok ini (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....