Gereja dan Pemerintah Daerah Alor Bersama Edukasi Bahaya Merokok Kepada Pelajar
- 29 Mei 2026 12:56 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Pemerintah Kabupaten Alor mendukung aksi jalan sehat dan kampanye edukasi bahaya merokok yang digelar Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Distrik Alor bersama Gerakan Pemuda GMAHK Distrik Alor dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Kota Kalabahi. Kegiatan tersebut menjadi ajang sosialisasi penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap dampak buruk rokok.
Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Beli, mengatakan persoalan merokok kini semakin mengkhawatirkan karena telah menyasar kalangan usia sekolah. Menurutnya, kebiasaan merokok tidak hanya ditemukan di kalangan remaja, tetapi juga mulai terlihat pada anak-anak usia sekolah dasar.
Ia menilai kebiasaan merokok di kalangan remaja dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya anggapan bahwa merokok dapat menunjukkan kedewasaan dan meningkatkan rasa percaya diri di lingkungan pergaulan. Kondisi tersebut, kata dia, perlu dilawan melalui edukasi yang terus menerus kepada anak-anak dan remaja.
“Pawai yang akan kita laksanakan siang hari ini saya berharap tidak sekadar seremonial biasa, tetapi kita mau berkomitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan rokok yang sekarang ini sudah menyebar di mana-mana. Jangankan anak SMP, anak SD sekarang juga sudah bisa merokok,” ujar Melkisedek Beli. Kamis, 28 Mei 2026.
Ia juga mengungkapkan hasil survei Yayasan Jantung Indonesia tahun 2025 yang menyebut sebanyak 77 persen siswa mulai merokok karena diajak teman sebaya. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih rendahnya pemahaman anak-anak terhadap bahaya rokok bagi kesehatan tubuh dan mental mereka.
“Merokok dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental remaja. Mereka yang merokok cenderung mengalami penurunan fokus belajar, gangguan daya tangkap, penurunan energi, hingga munculnya kecemasan yang dapat berujung pada depresi ringan maupun berat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Alor berharap kampanye bahaya merokok tidak hanya dilakukan saat peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, tetapi juga terus digelar di sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting untuk menyelamatkan generasi muda sekaligus mendukung tercapainya target peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Alor.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....