Hujan Deras Picu Longsor di Desa Suanae, 3 Rumah Warga Terancam

  • 23 Mei 2026 17:08 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten TTU sejak Selasa malam 19 Mei 2026 menyebabkan tanah longsor di Desa Suanae, Kecamatan Miomafo Barat. Longsor tersebut mengancam 3 unit rumah warga dan menghambat akses jalan menuju Kota Kefamenanu maupun ke Kecamatan Miomafo Barat. Hal ini disampaikan oleh Plt BPBD TTU Velismino Askeli saat dikonfirmasi RRI.CO.ID pada Sabtu 23 Mei 2026.

Menurut Velismino bahwa longsor terjadi di badan jalan provinsi jalur Eban maupun ke Kota Kefamenanu. Sehingga Material tanah dan batu menutup sebagian akses jalan dan mengancam 3 rumah milik warga yang berada tepat di bawah badan jalan.

"Tiga kepala keluarga yang rumah mereka terancam tertimbun longsor jalan provinsi itu adalah, rumah milik Yoseph Loin, Petronela Banu dan Aloysius Loin. Saat ini

tanahnya masih labil karena hujan belum berhenti. Kami sudah pasang garis bahaya dan minta warga tidak mendekat ke lokasi, bahkan para pelintas juga kami himbau supaya berhati-hati", kata Velismino.

Ia melanjutkan bahwa telah melaporkan bencana alam tersebut ke Bupati TTU dan Wakil Bupati. Karena longsor itu berada pada badan jln Desa Suanae, dan BPBD bersama PUPR telah melakukan asesmen terhadap kejadian ini.

"Berdasarkan asesmen itu, didapati panjang longsor mencapai 25 meter dan material tanah permukaan jln turun sedalam 80 cm. Karena kerusakan ini terjadi pada ruas jln yang menghubungkan Kota Kefamenu dan Kota Kecamatan. Miomafo Barat yang merupakan kewenangan provinsi. Sehingga BPBD TTU telah mengirim laporan ke BPBD Provinsi NTT untuk berkoordinasi dgn Dinas PUPR Provinsi NTT.

Pasalnya longsor tersebut membutuhkan penanganan secepatnya karena merupakan akses utama masyarakat Miomafo Barat. Sehingga perlu BPBD Provinsi NTT, membangun tembok penahan dengan panjang 125 m. Tembok penahan dimaksud tingginya mencapai 2,80 cm, saluran dengan panjang mencapai 15 meter dan timbunan tanah atau sertu untuk menutup badan jalan yang longsor setinggi 4,5 meter", ujar Velismino (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....