Seorang Ibu di Napan TTU Mengakhiri Hidupnya dengan Menggantung Diri
- 18 Mei 2026 21:00 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Tersulut cemburu dan sering bertengkar dengan sang suami (Jose Beno) maka Roza D.C Lopo memilih mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri dengan tali hutan ( Mausak). Bahkan pertengkaran antara korban dan sang suami sempat disaksikan anak mereka Leonardo Beno. Hal ini disampaikan oleh Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, melalui Kasi Humas AKP, Anselmus Pera pada Senin 18 Mei 2026.
Menurut AKP Anselmus bahwa berdasarkan kronologinya, pada hari Minggu tanggal 17 Mei 2026 sekira pukul 07.00 WITA, korban bertengkar dengan sang suami. Pertengkaran itu dipicu oleh rasa cemburu dari korban terhadap sang suami sehingga sempat terjadi perkelahian. Kemudian korban masuk dan tidur di dalam rumah, sedangkan Jose tetap di luar.
"Namun pada pukul 12.00 wita, Jose berupaya mengecek korban di dalam rumah tetapi ia tidak melihatnya. Sebagai suami, Jose berasumsi bahwa korban akan kembali sehingga ia mengurungkan niatnya untuk mencari sang istri. Hingga pukul 14.00 wita korban tidak kembali ke rumah sehingga, Jose berupaya mencari ke hutan Oemasi. Tetapi ia tidak menemukan korban sehingga terpaksa kembali ke rumah", ujar AKP Anselmus.
Sampai sore hari, korban tidak kembali sehingga Jose mulai diliputi kecemasan dan kuatir. Karena itu, ia mendatangi dukun untuk meminta petunjuk terkait keberadaan korban. Usai meminta petunjuk, dukun tersebut menyampaikan bahwa mama Roza"korban" hanya menghilang sebentar, dan akan kembali ke rumah lagi. Setelah itu ia kembali ke rumah dan menunggu hingga jam 17.00 wita tapi korban tak kunjung datang", kata AKP Anselmus.
Waktu terus berjalan namun korban tidak juga kembali. Karena itu, Jose memutuskan mencari dukun lain untuk meminta petunjuk. Berdasarkan penglihatan itu, dukun itu menyampaikan bahwa korban hanya sembunyi di rumah tetangga untuk sementara waktu. Sehingga Jose, kembali ke rumah pada pukul 20.00 WITA tetapi korban tidak kembali. Sehingga ia mendatangi keluarga sang istri dan menyampaikan tentang keadaan korban yang menghilang dari rumah", kata AKP Anselmus.
Selanjutnya pada pukul 22.00 WITA, keluarga atas nama Fransisco Lopo, menginformasikan lagi kepada keluarga lain tentang menghilangnya korban. Sehingga mereka bersama-sama menunggu korban hingga pukul 02.00 dini hari atau menunggu hingga Minggu 18 Mei 2026, subuh di rumah tetapi almarhumah tidak pulang," kata AKP Anselmus.
Setelah mengetahui korban tidak kembali ke rumah, maka Jose sebagai suami bergabung dengan keluarga korban dan mulai melakukan pencarian pada Senin tanggal 18 Mei 2026. Upaya pencarian dilakukan pada pukul 08.00 WITA. Jose bersama keluarga mencari korban di hutan Oemasi. Pencarian itu, menyusuri sebuah kali di hutan Oemasi dan akhirnya Jose menemukan korban telah meninggal dunia dengan posisi menggantung diri menggunakan tali hutan( mausak) di pohon. Selanjutnya ia menelpon Kepala Desa Napan, Wendelinus Kefi, supaya dilaporkan kepada Piket Polsubsektor Napan, supaya melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke RSUD Kefamenanu", kata AKP Anselmus (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....